Posted in

Teror Misterius! Mahasiswa Papua Kaget Terima Paket Berisi Biawak Hidup!

Asrama dan kontrakan Aliansi Mahasiswa Papua di Surabaya kaget terima paket teror selama seminggu, termasuk kiriman berisi biawak hidup.

Teror Misterius! Mahasiswa Papua Kaget Terima Paket Berisi Biawak Hidup!

Teror ini meliputi penyebaran poster provokatif, ancaman via WhatsApp, dan pengiriman biawak hidup. AMP menduga teror ini terkait isu politik dan eksploitasi di Papua. LBH Surabaya sedang mengumpulkan bukti untuk penanganan hukum. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Papua.

Dugaan Teror di Surabaya

Asrama dan kontrakan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya diduga menjadi sasaran teror oleh orang tak dikenal (OTK) selama sepekan, termasuk adanya pengiriman biawak hidup. Dugaan aksi teror ini diterima oleh AMP di Surabaya, dengan berbagai bentuk mulai dari pemasangan poster bernarasi provokatif, ancaman pesan WhatsApp, hingga pengiriman biawak hidup ke asrama mereka.

Salah satu anggota AMP Surabaya, Yogie, menyatakan bahwa teror ini terjadi antara tanggal 19 hingga 23 Juni 2025. Teror ini dimulai sehari sebelum AMP menggelar aksi anti-militerisme dan investigasi di Papua pada 20 Juni 2025. Pada pagi hari tanggal 19 Juni, poster-poster dengan tulisan dan foto yang sama ditemukan di beberapa titik di kontrakan dan asrama AMP.

Setidaknya ada belasan poster serupa dengan berbagai ukuran yang tersebar di enam titik kontrakan dan asrama AMP di Surabaya. Poster tersebut bertuliskan, “Masyarakat Surabaya Harus Tau!!! Aliansi Mahasiswa Papua Adalah Kelompok Separatis Jaringan Organisasi Papua Merdeka Tolak Tegas Aksi Makar Separatisme”. Selain itu, terdapat gambar bendera Bintang Kejora, yang sering dikaitkan dengan OPM, dicoret silang (X) dalam poster tersebut.

Ancaman Melalui Pesan dan Pengiriman Biawak

Pada sore hari Kamis, 19 Juni 2025, anggota AMP Surabaya menerima pesan WhatsApp dari OTK yang berisi ancaman agar mereka tidak melakukan aksi. Di hari yang sama, sekitar pukul 16.30 WIB, seorang warga di sekitar asrama diminta oleh dua OTK untuk mengirimkan seekor biawak ke Asrama Kamasan Surabaya. Warga tersebut mendatangi pintu asrama dan memanggil anggota AMP, mengatakan ada yang menitipkan biawak.

Warga itu juga menanyakan apakah anggota AMP memiliki kebiasaan mengonsumsi biawak. Anggota AMP yang merasa bingung kemudian mencari tahu siapa pengirim biawak tersebut. Yogie mengatakan bahwa mereka melihat dua orang duduk sekitar 50 meter dari asrama. Ketika dihampiri, kedua orang tersebut beralasan mendapatkan biawak dari rawa-rawa di area asrama. Namun, anggota AMP curiga karena tidak ada rawa-rawa di sekitar asrama.

Biawak tersebut dalam keadaan hidup, bersih, memiliki panjang sekitar 4-5 meter, dan berat 50 kg, terbungkus dalam karung. AMP menduga biawak tersebut adalah biawak peliharaan dan merupakan bentuk teror, terutama karena keesokan paginya mereka menemukan banyak poster di berbagai titik. Biawak tersebut tidak disimpan oleh AMP, melainkan difoto dan kemudian dikembalikan ke alam bebas.

Baca Juga: Turnamen Badminton Kembali Digelar Oleh Ditresnarkoba Polda Papua

Reaksi dan Dugaan Motif Teror

Reaksi dan Dugaan Motif Teror'

Yogie menduga bahwa pesan, poster, dan biawak yang mereka terima adalah bentuk penolakan terkait isu-isu Papua yang sedang ramai belakangan ini. Ia menyebut dugaan adanya isu lingkungan mengenai eksploitasi di Raja Ampat, serta pengiriman militer skala besar di Papua. AMP di Surabaya juga pernah menerima teror serupa pada tahun 2024, berupa pemasangan poster-poster bernarasi provokatif.

Langkah Hukum yang Diambil

Meskipun demikian, hingga saat ini AMP belum membuat laporan resmi ke polisi. Anggota AMP Surabaya sedang mengumpulkan barang bukti untuk diserahkan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya dan Kontras.

Direktur LBH Surabaya, Habibus Shalihin, membenarkan telah menerima laporan dugaan teror ini dari anggota AMP melalui WhatsApp. Pihaknya masih berkoordinasi dengan anggota AMP Surabaya sebelum memberikan pernyataan sikap dalam waktu dekat.

Teror Serupa di Bali

Teror serupa juga menimpa mahasiswa Papua di Bali. Kementerian Hak Asasi Manusia telah mengerahkan tim kantor wilayah untuk memantau langsung kasus teror berupa pengiriman kepala babi ke tempat tinggal mahasiswa Papua di Bali. Kementerian Hukum dan HAM juga memantau serius kasus teror terhadap mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Bali.

Dan sebuah dialog dilaksanakan pada Senin, 9 Juni 2025, di rumah kontrakan mahasiswa. LBH Bali akan mendampingi mahasiswa saat kasus tersebut dilaporkan ke polisi, karena aksi teror tersebut dianggap sebagai pelanggaran HAM.

Kesimpulan

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya dan Denpasar mengalami serangkaian teror yang mencemaskan, diduga terkait isu-isu politik dan lingkungan di Papua. Di Surabaya, teror yang terjadi antara 19-23 Juni 2025 meliputi pemasangan poster provokatif, ancaman WhatsApp, dan pengiriman biawak hidup ke asrama. Sementara di Denpasar, mahasiswa Papua menerima paket berisi kepala babi busuk.

AMP menduga ini adalah upaya pembungkaman terhadap suara mereka yang kritis terhadap situasi di Papua, termasuk isu eksploitasi dan militerisme. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di kedua wilayah tengah mendampingi AMP untuk mengumpulkan bukti dan mengambil langkah hukum guna mengusut tuntas pelaku teror ini.

Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap tentang Mahasiswa Papua terima paket berisi biawak hanya di INFO KEJADIAN PAPUA.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari surabaya.kompas.com
  2. Gambar Kedua dari www.tempo.co