Posted in

Satgas Ops Damai Cartenz Gagalkan Pengiriman Senpi ke KKB Papua

Satgas ops damai cartenz gagalkan pengiriman senpi ke KKB Papua berawal dari penangkapan Yuni Enumbi (YE), seorang eks prajurit TNI.

Satgas Ops Damai Cartenz Gagalkan Pengiriman Senpi ke KKB Papua

Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin menyatakan bahwa Yuni Enumbi ditangkap bersama enam pucuk senjata api, terdiri dari dua laras panjang dan empat laras pendek, serta 882 butir amunisi. Senjata dan amunisi ini dikirim dari Surabaya melalui jasa pengiriman kapal laut, disembunyikan di dalam kompresor yang dikemas dengan papan kayu.

Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Papua.

Penggerebekan Rumah Perakitan Senjata di Bojonegoro

Berdasarkan keterangan dua mantan prajurit TNI tersebut. Polisi kemudian menggerebek sebuah rumah di Perumahan Kalianyar, Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, yang diduga menjadi tempat perakitan senjata api tanpa izin. Penggerebekan dilakukan oleh personel gabungan dari Polda Jawa Timur dan Satgasus Mabes Polri pada Sabtu siang hingga malam hari, 8 Maret 2025.

Dalam operasi tersebut, polisi menemukan seorang perempuan yang merupakan istri penghuni rumah. Serta dua pria yang diduga sebagai pekerja di bengkel perakitan. Polisi juga menyita sejumlah mesin bubut yang digunakan dalam perakitan senjata api.

Kepala Desa Kalianyar, Ibnu Ismail, membenarkan adanya penggeledahan dan penyitaan oleh aparat kepolisian. Dan pihak desa hanya diminta menjadi saksi. Menurutnya, rumah tersebut dikontrakkan dan bukan milik warga Kalianyar. Penggerebekan ini menjadi langkah signifikan dalam membongkar pusat produksi senjata api ilegal yang menyuplai KKB.

Eks Prajurit TNI Memiliki Bunker Berisi Senjata Api

Pengembangan kasus penyelundupan senjata api ini juga mengungkap adanya bunker tersembunyi yang dimiliki oleh salah satu tersangka. Kapolda Papua Irjen Patrige Renwarin mengungkapkan bahwa tersangka Eko Sugiyono (ES), yang ditangkap di Kampung Soribo, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Memiliki sebuah bunker yang dicor semen dan ditutupi dengan keramik.

Di dalam bunker tersebut, ditemukan dua pucuk senjata api laras pendek, 1.147 butir amunisi, beserta komponen senjata rakitan. Penemuan bunker ini menunjukkan tingkat keseriusan jaringan dalam menyembunyikan dan menyimpan pasokan senjata dan amunisi mereka. Eko Sugiyono sendiri adalah mantan prajurit TNI yang telah dipecat, dan penemuannya ini menambah kompleksitas pada jaringan penyelundupan tersebut.

Baca Juga: Pimpinan OPM Paling Sadis Wendanus Murib Tewas Ditembak TNI-Polri

Ribuan Amunisi dan Belasan Senjata Api Diamankan

Ribuan Amunisi dan Belasan Senjata Api Diamankan

Dari seluruh operasi gabungan yang berhasil menggagalkan suplai senjata api untuk KKB di Papua. Polisi menyita total 3.573 butir amunisi dan 17 senjata api. Senjata api yang diamankan terdiri dari enam laras panjang, enam laras pendek, dan lima pucuk senjata rakitan. Belasan senjata dan ribuan amunisi ini diamankan dari empat wilayah hukum kepolisian, yaitu Polda Papua, Polda Papua Barat, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Polda Jawa Timur.

Secara rinci, dari tersangka Teguh Priyono (TR), polisi mengamankan 982 butir amunisi dan berbagai peralatan untuk merakit senjata api. Amunisi yang diamankan dari TR terdiri atas 42 butir kaliber 5,56 mm, 198 butir kaliber 5,6 mm, 152 butir kaliber 30, 197 butir kaliber 7,62 mm, dan 14 butir kaliber 9 mm.

Selain itu, empat pucuk senjata api ditemukan di rumah tersangka Adi Pamungkas (AP) di Sleman. Dari bunker milik tersangka Eko Sugiyono (ES). Disita dua pucuk senjata api laras pendek dan 1.147 butir amunisi beserta komponen senjata rakitan.

Keberhasilan operasi ini menunjukkan koordinasi yang efektif antara Satgas Damai Cartenz dan empat polda dalam memutus jalur suplai senjata dan amunisi ke KKB. Sehingga dapat meminimalkan dampak negatif kegiatan kriminal bersenjata di Papua.

Tiga Pembuat Senjata Rakitan Ditangkap

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur berhasil menangkap tiga warga Bojonegoro yang terlibat dalam produksi senjata api untuk Kelompok Kriminal Bersenjata di Puncak Jaya, Papua. Ketiga tersangka tersebut adalah Teguh Priyono (TR), Muhammad Kamaludin (MK), dan Pujiono (PJ).

Teguh Priyono berperan sebagai pemasok dan distributor senjata beserta amunisi. Muhammad Kamaludin bertugas sebagai operator mesin perakitan, sementara Pujiono adalah perakit senjata api. Selain itu, tersangka ketujuh yang ditangkap, Adi Pamungkas (AP). Berperan sebagai penyimpan senjata dan amunisi di Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari keterangan Yuni Enumbi, terungkap bahwa tersangka Teguh Priyono dan rekan-rekannya juga bertanggung jawab untuk mengepak senjata api dan amunisi sebelum dikirim ke Jayapura menggunakan jasa pengiriman barang melalui kapal laut. Penangkapan ketiga pembuat senjata rakitan ini menunjukkan keberhasilan penegak hukum dalam memutus mata rantai produksi senjata ilegal.

Untuk informasi terkini dan lengkap mengenai berbagai kejadian penting di Papua. Termasuk insiden keamanan dan bencana alam. Kalian bisa kunjungi Info Kejadian Papua sekarang juga.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari news.detik.com