Sembilan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ditetapkan tersangka atas berbagai aksi kekerasan di Kabupaten Yahukimo.
Penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali mencuat setelah Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menetapkan sembilan anggota KKB sebagai tersangka dalam serangkaian tindakan kekerasan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
Operasi Damai Cartenz dan Penangkapan 9 Anggota KKB
Operasi Damai Cartenz 2026 merupakan operasi gabungan TNI‑Polri yang bertujuan menanggulangi gangguan keamanan di Papua, termasuk di wilayah Yahukimo yang sering terjadi konflik bersenjata. Selama periode 10–21 Februari 2026, Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil menangkap 28 orang yang diduga terlibat berbagai tindak kekerasan, di mana sembilan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka karena keterlibatan mereka dalam aksi KKB.
Penangkapan ini dilakukan melalui koordinasi antara satuan keamanan di lapangan serta pemetaan intelijen yang matang untuk mengidentifikasi para pelaku utama. Pemerintah menegaskan bahwa tindakan ini bertujuan untuk menegakkan aturan hukum dan menciptakan rasa aman bagi warga sipil yang selama ini berada di tengah konflik berkepanjangan.
Dengan penetapan sembilan tersangka, aparat berharap dapat mengurai jaringan KKB di Yahukimo serta mencegah terjadinya aksi kekerasan lanjutan di masa mendatang. Proses hukum terhadap para tersangka akan terus berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Jejak Kekerasan Yang Dilakukan Para Tersangka
Jejak kekerasan yang dilakukan oleh sembilan anggota KKB tersebut tergolong serius dan beragam. Beberapa di antaranya melibatkan pembakaran fasilitas umum dan serangan terhadap aparat keamanan.
Dua tersangka, Atius Sobolim dan Elipianus Esema, diduga membakar rumah toko (ruko) di Blok B pada pertengahan Februari 2026. Tiga tersangka lain—Ferry Alimdam, Elix Malyo, dan Olan Nalya diduga membakar SMP Metanoya pada Januari 2026.
Pembakaran sekolah tersebut tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengguncang rasa aman warga, terutama anak-anak dan tenaga pendidik yang bergantung pada fasilitas itu untuk belajar.
Sejumlah tersangka lain juga diduga melakukan penembakan dan penganiayaan berat terhadap warga sipil maupun aparat keamanan. Rangkaian kekerasan ini menunjukkan betapa kompleks dan berbahayanya jaringan KKB yang beroperasi di Yahukimo.
Baca Juga: Wajib Tahu! Program Kebersihan Jayawijaya Siap Ubah Wajah Daerah
Pembunuhan dan Serangan Terhadap Aparat
Bagian paling serius dari rangkaian kekerasan ini muncul dari keterlibatan sejumlah anggota KKB dalam pembunuhan dan penyerangan terhadap aparat. Salah satunya, Homi Heluka alias Serius Kobak, terlibat dalam penembakan anggota Brimob pada 2022 serta beberapa kasus pembunuhan sepanjang 2025 hingga awal 2026.
Selain Homi, Enage Hiluka diduga menikam seorang penjual pinang yang videonya sempat viral dari rekaman CCTV, serta terlibat dalam pembunuhan guru bernama Indra Guru Wardana pada September 2025.
Kotor Payage alias Kotoran Giban juga diduga terlibat dalam percobaan pembunuhan dan penembakan terhadap warga bernama Suwono. Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya merusak fasilitas atau properti, tetapi juga menyerang manusia secara langsung.
Dampak Terhadap Masyarakat dan Pendidikan
Aksi pembakaran sekolah seperti yang terjadi di SMP Metanoya berdampak luas pada masyarakat setempat. Sekolah merupakan tempat belajar dan berinteraksi bagi generasi muda, namun serangan tersebut memaksa aktivitas pendidikan terganggu atau bahkan berhenti sementara.
Orang tua dan tenaga pendidik merasa takut dan trauma karena konflik telah masuk ke kehidupan sehari-hari warga sipil di Yahukimo. Kondisi ini mengancam masa depan pendidikan anak-anak.
Kelompok bersenjata yang menyerang fasilitas umum dan rumah warga memaksa masyarakat menanggung beban perbaikan di tengah keterbatasan. Situasi ini menunjukkan bahwa konflik bersenjata berdampak luas, baik secara fisik maupun psikologis.
Upaya Penegakan Hukum dan Harapan Damai
Penangkapan dan penetapan sembilan tersangka anggota KKB ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat keamanan. Satgas Operasi Damai Cartenz terus melakukan patroli, penindakan. Serta koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan di Papua, khususnya di Yahukimo.
Meski demikian, penegakan hukum saja tidak cukup. Membina dialog dan memperkuat kesejahteraan masyarakat menjadi kunci untuk menyelesaikan akar permasalahan konflik. Masyarakat membutuhkan rasa aman, akses pendidikan, dan pemerataan layanan sosial untuk mengurangi ruang gerak kelompok bersenjata.
Pemerintah dan aparat diharapkan terus memperluas pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, tanpa mengabaikan penegakan hukum terhadap pelaku tindak kekerasan, agar Papua dapat menuju perdamaian yang lebih langgeng.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Papua kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Papua.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detikcom
- Gambar Kedua dari Sumut