Wamensos Agus Jabo Priyono Dorong Mahasiswa kawasan Papua untuk menjadi pemimpin yang berideologi dan peduli sosial.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya menciptakan pemimpin sejati dari kalangan putra-putri Papua sendiri, yang mampu membawa perubahan dan mewujudkan keadilan sosial serta kemakmuran di tanah Papua. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Papua.
Membangun Fondasi Kepemimpinan Berideologi
Wamensos Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa pembangunan kepemimpinan muda Papua yang berideologi dan berpihak pada rakyat adalah hal yang krusial. Dalam Seminar Pendidikan Politik Pemuda dan Mahasiswa Papua yang diselenggarakan di Nirwana Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Agus Jabo menyampaikan bahwa masa depan Papua akan sangat ditentukan oleh generasi mudanya.
Ia mengajak para mahasiswa untuk mempersiapkan diri tidak hanya sebagai individu yang cakap secara intelektual, tetapi juga sebagai pemimpin yang memiliki ideologi yang jelas dan keberpihakan yang kuat terhadap rakyat. Ideologi ini, menurut Agus Jabo, adalah pondasi utama bagi seorang pemimpin sejati saat ini.
Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) ini juga berpendapat bahwa Papua hanya dapat berubah jika dipimpin oleh orang Papua sendiri yang memiliki konsep dan ideologi yang kuat.
Menekankan Kepedulian Sosial dan Keadilan
Selain ideologi, kepedulian sosial merupakan aspek penting yang ditekankan oleh Wamensos. Alfons R. Tuliahanuk, Ketua Penyelenggara kegiatan, menyoroti bahwa kegiatan pendidikan politik ini penting bagi mahasiswa Papua sebagai agen perubahan, karena melalui politik, mereka dapat memahami persoalan ketidakadilan dan membawa solusi ke tengah masyarakat.
Alfons menambahkan bahwa kegiatan ini adalah respons terhadap minimnya ruang pendidikan politik yang inklusif bagi mahasiswa Papua. Dalam tiga hari kegiatan, peserta dibekali pemahaman tentang sistem politik, isu keadilan sosial, strategi advokasi kebijakan, serta pentingnya representasi politik yang otentik.
Seorang peserta seminar, seorang aktivis muda dari Bandung, juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memahami politik secara kritis. Ia menyoroti persoalan ketimpangan sosial, minimnya distribusi kesejahteraan, dan lemahnya implementasi program pemerintah di Papua. Menurutnya, pemerintah daerah juga harus lebih aktif dan bertanggung jawab dalam mewujudkan keadilan sosial, tidak hanya pemerintah pusat.
Baca Juga: Generasi Muda Penuhi Lapas Jayapura, Mandenas Tuntut Pemkab Bertindak
Inisiatif Pembentukan Dewan Rakyat Papua (DRP)

Agus Jabo Priyono juga mengusulkan gagasan strategis tentang pembentukan Dewan Rakyat Papua (DRP) sebagai bentuk representasi politik alternatif bagi masyarakat Papua. Ia menilai bahwa struktur legislatif daerah seperti DPRD seharusnya tidak hanya diisi oleh partai politik, melainkan juga unsur masyarakat adat, perempuan, dan pemuda.
Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa keputusan-keputusan politik yang diambil akan lebih relevan dengan kebutuhan lokal. Gagasan ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa keputusan ekonomi, sosial, dan politik benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Papua. Model DRP ini diusulkan menyerupai model lokal yang telah diterapkan di Aceh.
Komitmen Terhadap Kaderisasi Politik Mahasiswa Papua
Kegiatan pendidikan politik ini bukanlah yang pertama kali dilaksanakan. Alfons R. Tuliahanuk menyebutkan bahwa program pendidikan politik mahasiswa Papua telah berlangsung sejak tahun 2018 dan 2019, dan kini dilanjutkan kembali oleh Partai Prima di tahun 2025 sebagai bentuk komitmen terhadap kaderisasi politik mahasiswa Papua.
Alfons mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengkaderan politik PRIMA yang sudah berjalan sejak tahun 2018. Dengan lebih dari 300 kader muda tercatat aktif hingga kini. Pendidikan politik juga dijadikan strategi utama dalam membangun kapasitas kepemimpinan muda Papua.
Ia berharap mahasiswa dapat menjadi jembatan antara kebijakan dan kebutuhan riil masyarakat di Papua. Mengingat banyak program pemerintah pusat untuk Papua belum merata realisasinya dan kerap tidak menjangkau masyarakat akar rumput.
Harapan untuk Papua yang Maju dan Makmur
Para inisiator dan peserta seminar memiliki harapan besar bagi kemajuan Papua. Alfons R. Tuliahanuk menyatakan keinginan agar Papua maju dan makmur, dan hal itu hanya mungkin jika dipimpin oleh putra-putri terbaiknya sendiri. Pendidikan politik seperti ini harus terus dilakukan, karena dari sinilah mereka belajar memahami realitas dan menemukan peran mereka untuk membangun tanah kelahiran sendiri.
Seorang aktivis muda dari Bandung juga mengungkapkan bahwa mahasiswa Papua memiliki ketertarikan tinggi terhadap isu politik. Namun belum banyak mendapat ruang edukasi seperti ini. Melalui kegiatan ini, mereka bisa memahami peran mereka dalam perubahan sosial dan politik di Papua. Menegaskan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan dan siap mengisi ruang-ruang strategis demi keadilan sosial.
Kesimpulan
Wamensos dorong mahasiswa Papua untuk menjadi pemimpin berideologi dan peduli sosial merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi penerus yang kompeten dan bertanggung jawab. Melalui program pendidikan politik yang berkelanjutan dan gagasan inovatif seperti pembentukan Dewan Rakyat Papua.
Diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin yang mampu mengatasi ketimpangan sosial dan mewujudkan keadilan. Membawa Papua menuju masa depan yang lebih maju dan makmur. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap hanya di INFO KEJADIAN PAPUA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.jabarnews.com
- Gambar Kedua dari www.cnnindonesia.com