Seorang turis Kanada mengalami kecelakaan saat hiking di Air Terjun Cyclop, Jayapura, Sabtu pagi, korban tergelincir di bebatuan licin.
Tim SAR, BPBD, dan petugas medis bekerja cepat untuk mengevakuasi dan menanganinya. Korban kini dalam kondisi stabil. Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi wisatawan agar selalu mematuhi protokol keselamatan dan menggunakan peralatan hiking.
Semua berita terkini dan trending Papua dan lainnya tentang Papua hanya ada di Info Kejadian Papua.
Turis Kanada Celaka di Air Terjun Cyclop, Jayapura
Seorang warga negara Kanada mengalami kecelakaan saat melakukan hiking di kawasan Air Terjun Cyclop, Jayapura. Insiden ini terjadi pada Sabtu pagi ketika korban tengah menikmati jalur trekking bersama beberapa rekannya. Kejadian ini langsung menarik perhatian tim SAR setempat karena lokasi yang curam.
Menurut saksi mata, korban tergelincir saat melewati area bebatuan licin dekat air terjun. Kejadian ini memicu kepanikan di antara rekan hiking dan pengunjung lain, sehingga mereka segera menghubungi petugas SAR. Tim kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jayapura langsung dikerahkan untuk menangani evakuasi.
Petugas SAR mengingatkan para wisatawan agar selalu berhati-hati saat menjelajahi kawasan pegunungan dan air terjun, terutama pada musim hujan. Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan alam Jayapura dengan aman.
Evakuasi Tersendat, Butuh 7 Jam di Medan Terjal
Tim SAR menghadapi tantangan besar dalam mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. Medan yang curam, licin, dan sulit dijangkau membuat proses evakuasi memakan waktu hingga tujuh jam. Petugas harus menyiapkan peralatan khusus, termasuk tali pengaman, tandu darurat, dan alat komunikasi untuk memastikan keselamatan semua pihak.
Selain itu, kondisi cuaca yang kurang bersahabat menambah kesulitan. Hujan gerimis yang turun sejak pagi membuat bebatuan semakin licin dan aliran air di sekitar air terjun meningkat. Tim SAR pun harus berhati-hati agar proses evakuasi tidak menimbulkan korban tambahan.
Pemerintah setempat menekankan pentingnya koordinasi antara tim SAR, relawan, dan petugas medis agar proses penyelamatan dapat berjalan lancar. Kesigapan dan profesionalisme tim berhasil memastikan korban dapat dievakuasi dengan aman ke pos medis.
Baca Juga: Karantina Papua Gagalkan Penyelundupan Kadal Gecko di Bandara
Status Korban & Penanganan Medis
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Tim medis menyatakan bahwa korban mengalami cedera ringan pada lengan dan kaki akibat terjatuh dari ketinggian. Kondisi korban kini stabil dan dapat menjalani observasi lebih lanjut.
Rekan korban juga mendapat pendampingan psikologis karena trauma akibat kejadian tersebut. Tim medis menekankan pentingnya pemulihan fisik dan mental agar korban dapat kembali beraktivitas dengan normal.
Pihak rumah sakit juga mengingatkan wisatawan asing maupun lokal agar selalu mendaftarkan perjalanan mereka dan melaporkan lokasi trekking kepada pihak berwenang sebelum melakukan aktivitas di kawasan pegunungan atau air terjun.
Arahan Keselamatan dari Tim SAR
Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua wisatawan yang ingin menjelajahi alam Jayapura. Tim SAR mengimbau agar pengunjung selalu mematuhi peraturan keselamatan, mengenakan peralatan hiking yang sesuai, dan tidak mengambil risiko berlebihan di area rawan.
Selain itu, wisatawan disarankan untuk melakukan perjalanan bersama pemandu lokal yang memahami kondisi medan dan potensi bahaya. Memiliki alat komunikasi darurat, peta lokasi, dan mengetahui titik evakuasi terdekat juga menjadi hal penting.
Pemerintah daerah berencana menambah rambu peringatan dan papan informasi di jalur hiking menuju Air Terjun Cyclop. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan keselamatan wisatawan dapat terjaga, sementara keindahan alam Jayapura tetap bisa dinikmati secara aman.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Papua dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpecaya hanya di Info Kejadian Papua.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari regional.kompas.com
Gambar Kedua dari wartaplus.com