Dua pendulang emas yang menjadi korban kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Pegunungan, berhasil dievakuasi ke RSUD Dekai pada Jumat, 26 September 2025.

Kedua korban tersebut, Desen Dominggus dan Marselinus Manek, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Kampung Bingki, Distrik Seradala.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari Polres Yahukimo, Satgas Damai Cartenz, dan Brimob Polda Papua, dengan menghadapi medan yang berat dan cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengonfirmasi bahwa jenazah kedua korban telah tiba di RSUD Dekai untuk penanganan lebih lanjut. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Papua.
Kronologi Pembantaian Pendulang Emas
Kronologi pembantaian pendulang emas di Yahukimo bermula pada 20 September 2025. Ketika dua pendulang emas ditemukan tewas di Jalan Poros Kampung Bingki, Distrik Seradala. Kedua korban mengalami luka-luka parah akibat serangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Insiden ini memicu kekhawatiran di kalangan pendulang lain. Karena KKB diduga menggunakan senjata api dan senjata tajam dalam aksinya, sehingga situasi di area tambang menjadi sangat berbahaya.
Keesokan harinya, pada 21 September 2025, serangan kembali terjadi di Camp Kali Kulum. Yang mengakibatkan tiga pendulang emas lainnya tewas. KKB yang dipimpin oleh Elkius Kobak diduga kuat bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan ini.
Serangan dilakukan secara brutal dan terkoordinasi, sehingga menimbulkan korban jiwa tambahan serta meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
Kronologi ini menjadi dasar aparat keamanan untuk melakukan operasi evakuasi dan investigasi lebih lanjut guna menegakkan hukum dan melindungi warga sipil.
Kesulitan Evakuasi di Medan Berat
Identitas Korban dan Tindak Lanjut
Kesimpulan
Pembantaian terhadap pendulang emas di Yahukimo merupakan tragedi kemanusiaan yang menyoroti kompleksitas konflik di Papua. Meskipun faktor ekonomi dan ketegangan politik menjadi latar belakang, tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan.
Upaya aparat keamanan dalam mengevakuasi korban dan mengusut tuntas kasus ini menunjukkan komitmen untuk menegakkan hukum dan keadilan.
Kedepannya, diharapkan ada langkah-langkah preventif yang lebih efektif untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa dan memastikan keselamatan warga sipil di wilayah rawan konflik.
Untuk informasi terkini dan lengkap mengenai berbagai kejadian penting di Papua, termasuk insiden keamanan dan bencana alam, kalian bisa kunjungi Info Kejadian Papua sekarang juga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com
