Tragedi di Nabire terjadi saat Pos Keamanan PT KE diserang dan dibakar oleh kelompok OPM, insiden ini menewaskan dua orang dalam kobaran api.
Aparat keamanan segera dikerahkan ke lokasi untuk menangani situasi, mengumpulkan keterangan saksi, dan melakukan identifikasi korban. Pihak berwenang mengimbau warga tetap tenang dan tidak terprovokasi. Langkah penanganan aparat dalam tragedi yang mengguncang Kabupaten Nabire ini.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
OPM Serang Pos PT KE di Nabire
Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi kekerasan dengan menyerang pos penjagaan PT KE di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Sabtu (21/2/2026). Aksi ini terjadi siang hari dan menyebabkan kerusakan signifikan pada pos tersebut.
Menurut keterangan Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, serangan berlangsung antara pukul 13.30 hingga 15.00 WIT. “Pos pengamanan Kamtibmas di Kampung Biha diserang dan dibakar oleh kelompok OPM pada hari Sabtu siang sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIT,” jelasnya.
Selain merusak fasilitas, insiden ini menelan korban jiwa. Dua orang tewas akibat terbakar saat pos dijadikan sasaran pembakaran. Kejadian ini menambah daftar panjang konflik bersenjata di wilayah Papua yang masih menjadi perhatian aparat keamanan nasional.
Kronologi Penyerangan dan Pembakaran Pos
Kapendam Tri Purwanto menjelaskan kronologi serangan dengan detail. Aksi OPM dimulai dengan kedatangan sejumlah anggota kelompok bersenjata di sekitar pos, kemudian mereka langsung melakukan pengrusakan dan pembakaran fasilitas pengamanan.
Saat kebakaran melanda, dua petugas yang berada di dalam pos tidak sempat menyelamatkan diri. Upaya evakuasi segera dilakukan oleh warga sekitar dan aparat keamanan, namun korban sudah terjebak dalam api. Pihak kepolisian dan TNI segera merespons untuk memadamkan api dan mengamankan lokasi.
Saksi mata menyebut bahwa kelompok OPM bergerak dengan cepat dan terorganisir, menggunakan taktik intimidasi agar warga sekitar tidak ikut campur. Kondisi di lokasi sempat kacau sebelum aparat keamanan datang dan mengendalikan situasi.
Baca Juga: Papua Bergerak Menuju Bebas Sampah 2026, Komitmen Lingkungan Untuk Masa Depan!
Evakuasi Korban dan Identifikasi
Terkait korban jiwa, Kapendam menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil identifikasi resmi. “Kami masih menunggu hasil identifikasi terhadap kedua korban,” ujarnya, menambahkan bahwa upaya dokumentasi dan evakuasi sudah dilakukan secepat mungkin.
Aparat keamanan yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Tim investigasi berfokus pada pemetaan situasi, pengamanan lingkungan sekitar, dan koordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah insiden lanjutan.
Selain itu, pihak Kepolisian dan TNI menghimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang belum jelas. Informasi resmi akan terus disampaikan agar warga tetap aman dan situasi terkendali.
Upaya Pengamanan dan Himbauan Aparat
Kapendam Tri Purwanto memastikan bahwa aparat keamanan sudah berada di lokasi dan situasi mulai terkendali. Pengamanan diperketat untuk mencegah kemungkinan serangan susulan. Tim gabungan juga melakukan patroli di sekitar pos dan titik rawan di Distrik Makimi.
Selain itu, aparat menekankan pentingnya kerja sama dengan masyarakat setempat. Warga diimbau melaporkan aktivitas mencurigakan dan tidak menyebarkan informasi yang dapat memicu kepanikan. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga keamanan wilayah.
Kapendam menegaskan bahwa proses hukum dan penegakan keamanan akan dilakukan secara profesional dan transparan. “Kami menghimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat keamanan,” pungkasnya, menekankan koordinasi antara TNI, Polri, dan pihak terkait agar situasi kembali kondusif.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.co
- Gambar Kedua dari ceposonline.com