Pencarian Rafles Fonataba, penambang emas tradisional yang tertimbun tanah longsor di Jayapura, terus berlanjut memasuki hari ketiga.
Tragedi tanah longsor kembali menimpa Jayapura, Papua. Seorang penambang emas tradisional, Rafles Fonataba alias Waromi (22), tertimbun di Tebing Gajah Putih, Kelurahan Numbay, Distrik Jayapura Selatan. Memasuki hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan masih berjibaku menghadapi medan sulit dan ancaman longsor susulan untuk menemukan korban.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
Kronologi Kejadian Dan Upaya Awal Warga
Peristiwa nahas ini terjadi ketika Rafles Fonataba sedang menggali material tanah yang diduga mengandung emas di bawah lereng bukit. Tiba-tiba, tebing tanah di atas lokasi galian runtuh dengan cepat, menimbun korban sebelum sempat menyelamatkan diri. Kesaksian warga menyebutkan adanya suara runtuhan tanah dan teriakan minta tolong.
Warga sekitar lokasi kejadian segera berupaya melakukan pencarian secara manual. Dengan peralatan seadanya seperti cangkul dan sekop, mereka mencoba menyingkirkan material longsoran. Namun, tebalnya material tanah dan kondisi lereng yang labil menghambat upaya penyelamatan ini.
Hingga sore hari pascakejadian, korban belum berhasil ditemukan. Situasi yang sulit ini kemudian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura untuk mendapatkan bantuan penanganan lebih lanjut dan melibatkan tim profesional.
Tim SAR Gabungan Dikerahkan
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Tim ini terdiri dari Basarnas Jayapura, Polresta Jayapura, BPBD Kota Jayapura, unsur TNI, serta dibantu oleh keluarga korban dan masyarakat setempat. Mereka bekerja sama dalam operasi pencarian yang kompleks.
Memasuki hari ketiga pencarian pada Selasa (17/2/2026) hingga pukul 13.30 WIT, tim SAR gabungan masih terus melakukan penggalian dan pemantauan di titik longsor. Proses pencarian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh personel yang terlibat di lapangan.
Pencarian sempat dihentikan karena curah hujan tinggi di sekitar lokasi tambang, yang menimbulkan kekhawatiran akan terjadi longsor susulan. Tim SAR juga menyisir area yang diduga tempat korban tertimbun menggunakan peralatan evakuasi manual untuk memastikan tidak ada celah yang terlewat.
Baca Juga: Papua Barat, BP Indonesia Pastikan Aman Raja Arguni Tegaskan Sasi Adat
Kendala Dan Ancaman Longsor Susulan
Medan di kawasan Tebing Gajah Putih menjadi kendala utama bagi tim SAR. Kondisi tanah di lokasi masih sangat labil, memperbesar risiko bagi petugas dan sukarelawan. Meskipun cuaca pada hari ketiga relatif cerah, ancaman longsor susulan tetap menjadi perhatian serius.
Aparat keamanan dan petugas SAR terus-menerus mengingatkan masyarakat. Mereka diimbau untuk tidak mendekati lokasi pencarian demi keselamatan pribadi. Selain itu, aktivitas penambangan tradisional di kawasan tersebut diminta untuk dihentikan sementara hingga kondisi dianggap aman.
Kewaspadaan ini sangat penting mengingat sifat tanah yang tidak stabil dan risiko yang melekat pada aktivitas penambangan di lereng bukit, terutama saat musim hujan. Keselamatan petugas dan warga menjadi prioritas utama di tengah operasi pencarian yang berisiko tinggi ini.
Himbauan Keselamatan Dan Harapan
Hingga berita ini diturunkan, Rafles Fonataba alias Waromi masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, serta masyarakat setempat tetap melanjutkan pencarian dengan harapan korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi. Semangat solidaritas terlihat jelas dalam upaya ini.
Pihak berwenang kembali mengingatkan bahaya aktivitas penambangan tradisional di lereng-lereng bukit. Risiko tinggi, terutama saat musim hujan, menjadi ancaman serius bagi keselamatan penambang. Edukasi dan penegakan aturan diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Masyarakat diminta untuk selalu mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, serta mematuhi himbauan dari pemerintah dan aparat terkait. Kejadian ini menjadi pengingat pahit akan bahaya yang mengintai dalam mencari nafkah di lokasi rawan bencana.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Papua kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Papua.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari papua.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari papua.tribunnews.com