Polres Jayawijaya terus melakukan pencarian intensif terhadap korban putusnya jembatan gantung di Sungai Wouma yang diduga masih hilang.
Pencarian korban putusnya jembatan gantung Wouma di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, masih terus dilakukan hingga 14 Mei 2026. Kepolisian Resor Jayawijaya bersama Basarnas dan warga setempat menyisir aliran Sungai Woume dari pagi hingga sore untuk menemukan korban yang belum terdata.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
Pencarian Korban
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara mengatakan pencarian dilakukan secara intensif dengan menyusuri Sungai Woume. Petugas bergerak dari wilayah Wouma bagian atas hingga bagian bawah untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.
Upaya ini dilakukan setelah jembatan gantung di wilayah Wouma, Distrik Wamena Kota, putus dan menimbulkan korban jiwa. Hingga laporan terbaru pada Minggu, 10 Mei 2026, sudah sembilan korban ditemukan.
Dari sembilan korban yang ditemukan, tiga di antaranya telah dimakamkan secara adat oleh masyarakat Pegunungan, yakni dengan cara dibakar. Tradisi itu dilakukan sesuai kebiasaan lokal yang masih dijaga keluarga korban.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Kronologi Tragedi
Peristiwa bermula ketika banyak warga melintas di jembatan gantung Wouma. Tali jembatan tiba-tiba putus, menyebabkan puluhan orang terjatuh ke sungai dan terseret arus.
Kejadian itu berlangsung dalam situasi konflik antarkelompok masyarakat di wilayah Wouma. Dalam laporan lain, bentrokan dipicu persoalan adat dan memicu massa bergerak ke area jembatan sehingga kondisi menjadi kacau.
Setelah jembatan putus, proses penyelamatan berjalan sulit karena arus sungai deras dan jumlah orang yang jatuh cukup banyak. Sejumlah warga dibantu keluarga korban ikut melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.
Baca Juga: Perkuat Pelayanan Warga, Satgas Yonif 511 Hadirkan Konseling Kesehatan di Karubaga
Korban Ditemukan
Hingga pertengahan Mei 2026, sembilan korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Laporan itu menjadi pembaruan penting karena sebelumnya jumlah korban yang ditemukan masih terus berubah seiring proses pencarian.
Pencarian korban dilakukan tanpa henti dari pagi hingga sore hari. Polisi menyebut koordinasi dengan masyarakat setempat menjadi bagian penting agar penyisiran sungai bisa menjangkau titik-titik yang sulit diakses.
Selain pencarian korban, aparat juga fokus menjaga keamanan di sekitar lokasi kejadian. Kehadiran petugas diperlukan untuk mencegah bentrokan susulan sekaligus memastikan keluarga korban bisa menunggu proses pencarian dengan tenang.
Pengamanan Wilayah
Polres Jayawijaya juga menempatkan personel di sejumlah titik strategis di Wouma. Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan tidak ada pergerakan massa yang berpotensi mengganggu proses evakuasi. Langkah ini dilakukan agar situasi tetap terkendali selama proses pencarian dan identifikasi korban berlangsung.
Pengamanan tambahan dibutuhkan karena tragedi ini terjadi di tengah ketegangan antarkelompok warga. Kondisi tersebut membuat aparat harus meningkatkan kewaspadaan di area rawan konflik agar situasi tetap stabil. Aparat berupaya mengantisipasi kemungkinan gesekan baru yang dapat memperburuk keadaan di lapangan.
Kasus ini menunjukkan bahwa bencana kemanusiaan bisa muncul bersamaan dengan konflik sosial yang belum selesai. Di Jayawijaya, fokus utama saat ini adalah menemukan korban yang belum ditemukan, menjaga keamanan warga, dan memastikan penanganan berjalan sesuai kondisi lapangan.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Papua kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Papua.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari papua.antaranews.com
- Gambar Kedua dari potretpapua.com