Polda Papua Barat melakukan pemusnahan 1.600 butir amunisi ilegal dan satu senjata api laras panjang demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Barang bukti tersebut berasal dari dua tersangka yang terlibat dalam jaringan jual beli senjata api ilegal kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB). Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memutus rantai peredaran senjata api dan amunisi ilegal yang mengancam stabilitas keamanan di Papua Barat.
Dalam artikel ini, Info Kejadian Papua akan membahas pemusnahan 1.600 butir amunisi dan satu pucuk senjata api oleh Polda Papua Barat sebagai upaya menjaga keamanan wilayah.
Kronologi Penangkapan dan Pengungkapan Kasus
Pada Maret 2025, Polda Papua Barat berhasil menangkap dua tersangka berinisial ES dan AP yang diduga kuat terlibat dalam jaringan jual beli senjata api dan amunisi ilegal. ES diketahui memiliki bunker untuk menyimpan senjata dan amunisi yang kemudian dijual ke kelompok kriminal bersenjata di Papua.
Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama tiga Polda, yaitu Polda Papua Barat, Polda Papua, dan Polda Jawa Timur. Ketiganya secara bersama-sama berhasil menggagalkan suplai senjata api ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Rincian Barang Bukti yang Dimusnahkan
Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari berbagai kaliber amunisi tajam dan satu pucuk senjata api laras panjang. Dari tersangka ES, diamankan 579 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 564 butir kaliber 7,62 mm, 183 butir kaliber 9 mm, dan 40 butir kaliber 45 ACP.
Sedangkan dari tersangka AP, terdapat 132 butir kaliber 5,56 mm, 7 butir kaliber 7,62 mm, 93 butir kaliber 9 mm, 2 butir kaliber 45 ACP, serta satu senjata api laras panjang. Total amunisi yang dimusnahkan mencapai 1.600 butir.
Baca Juga: Baku Tembak Mencekam di Intan Jaya, Komandan Operasi KKB Tewas Ditembak!
Proses Pemusnahan Barang Bukti

Pemusnahan barang bukti dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur di Lapangan Tembak Mako Satbrimob Polda Papua Barat. Metode pemusnahan amunisi meliputi penembakan langsung ke sasaran oleh personel Brimob. Dan pembakaran bubuk mesiu menggunakan alat khusus setelah proyektil dan selongsong dipisahkan.
Untuk senjata api, dilakukan pemotongan dengan gerinda hingga menjadi potongan kecil. Seluruh proses ini disaksikan oleh jaksa penuntut umum, penasihat hukum tersangka, dan saksi lainnya untuk memastikan transparansi dan legalitas.
Peran Strategis Polda Papua Barat
Keberhasilan pemusnahan ini tidak lepas dari peran aktif Polda Papua Barat yang bekerja sama dengan Polda Papua, Polda Jawa Timur, dan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka bersama-sama menggagalkan penyelundupan senjata api dan amunisi ilegal ke Papua.
Sinergi antar kepolisian daerah ini sangat penting untuk menutup jalur distribusi senjata ilegal yang kerap melibatkan jaringan lintas provinsi. Langkah ini juga menjadi bukti nyata komitmen aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah Papua Barat.
Dampak Positif bagi Keamanan Wilayah Papua Barat
Pemusnahan 1.600 butir amunisi dan satu pucuk senjata api ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi keamanan Papua Barat. Dengan berkurangnya peredaran senjata api ilegal, potensi konflik dan kekerasan yang melibatkan kelompok kriminal bersenjata dapat diminimalisir.
Selain itu, tindakan tegas ini memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan. Selain itu, hal ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan keamanan daerah.
Polda Papua Barat terus berkomitmen untuk memberantas peredaran senjata api ilegal demi terciptanya wilayah yang aman dan kondusif. Pemusnahan barang bukti ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung upaya penegakan hukum dan menjaga stabilitas keamanan di Papua Barat.
Simak dan ikuti terus Info Kejadian Papua agar Anda tidak ketinggalan informasi menarik lainnya setiap hari.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari seputarpapua.com
- Gambar Kedua dari www.mediasuaramabes.com