Polisi masih memburu provokator pembakaran di Stadion Lukas Enembe usai kericuhan, sementara 14 orang saksi telah diperiksa intensif.
Kerusuhan dan pembakaran di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, menyisakan geger di masyarakat Papua. Aksi anarkistis terjadi usai pertandingan sepak bola Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC, pada Jumat (8/5/2026) malam. Polda Papua kini fokus mengejar provokator di balik kerusakan fasilitas dan pembakaran puluhan kendaraan.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
Kronologi Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe
Kericuhan bermula setelah pertandingan dimulai pukul 17.00 WIT, dengan Adhyaksa FC berhasil unggul 1–0 hingga peluit panjang dibunyikan. Saat laga usai, sejumlah massa suporter di tribun turun ke lapangan dan mengejar pemain serta perangkat pertandingan lawan. Situasi berubah memanas pada pukul 20.00 WIT, ketika massa mulai merusak fasilitas dan membakar kendaraan di sekitar area stadion.
Akibatnya, sejumlah tribun, fasilitas pencahayaan, dan peralatan stadion mengalami kerusakan berat. Puluhan kendaraan milik warga dan operator stadion dilaporkan hangus terbakar atau rusak parah. Pihak kepolisian menyebut kondisi sempat tidak terkendali, hingga situasi baru mereda sekitar pukul 23.00 WIT setelah aparat mengamankan lokasi.
Insiden ini erat kaitannya dengan kekecewaan suporter Persipura atas hasil pertandingan dan kendali wasit. Namun pihak kepolisian mencurigai ada pihak tertentu yang memanfaatkan emosi massa untuk memicu kerusakan dan pembakaran. Polda Papua dan Polres Jayapura kemudian membentuk tim gabungan untuk mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi pelaku.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Polisi Buru Provokator dan 14 Orang Diperiksa
Polda Papua menyatakan sedang menyelidiki individu diduga sebagai provokator kerusuhan dan pembakaran kendaraan di Stadion Lukas Enembe. Kepolisian mencurigai ada sebagian pihak yang menghasut massa sehingga aksi berubah menjadi anarkis. Para tersangka provokator ini diharapkan bisa diungkap untuk mempertanggungjawabkan peran mereka secara hukum.
Sebanyak 14 orang telah diamankan dan diperiksa intensif oleh penyidik di Polres Jayapura Doyo. Pemeriksaan ini bertujuan mengidentifikasi peran masing‑masing, termasuk siapa yang terlibat dalam perusakan fasilitas dan pembakaran kendaraan. Polisi juga masih mengumpulkan data kendaraan yang rusak dan dilaporkan hilang sebagai bagian dari penyidikan.
Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan dilakukan secara transparan dan adil kepada semua pihak yang terbukti terlibat. Masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri dan melapor bila menemukan informasi terkait pelaku kerusuhan. Polda Papua berharap langkah ini mencegah kericuhan serupa di stadion dan ruang publik lain di masa depan.
Baca Juga: Kericuhan Stadion Lukas Enembe Diselidiki! Polres Jayapura Olah TKP
Dampak Kerusakan dan Tanggapan Warga
Kerusuhan menyebabkan sebagian fasilitas Stadion Lukas Enembe rusak parah dan tidak layak digunakan dalam waktu dekat. Puluhan kendaraan pribadi dan operasional kepolisian dilaporkan terbakar, dengan angka yang berkembang antara 20 sampai 30 unit. Kerugian materi dipastikan mencapai ratusan juta rupiah, belum termasuk potensi kerugian tidak langsung bagi warga yang terdampak.
Warga yang kendaraannya rusak atau terbakar diimbau membawa KTP dan bukti kepemilikan ke posko penanganan yang didirikan pihak berwenang. Pemerintah daerah dan kepolisian berkomitmen mendata korban dan menyiapkan langkah pendataan administratif untuk bantuan selanjutnya. Masyarakat diminta tenang dan tidak lagi berkumpul di sekitar area stadion untuk mencegah aksi susulan.
Insiden ini juga memicu diskusi publik soal pengelolaan suporter dan keamanan pertandingan di Papua. Banyak pihak menuntut evaluasi penyelenggaraan pertandingan, termasuk peran panitia, wasit, dan pihak pengamanan. Pemerintah dan PSSI diharapkan dapat merancang protokol keamanan yang lebih ketat agar sepak bola tetap menjadi sarana hiburan, bukan sumber kerusuhan.
Langkah Kepolisian dan Antisipasi ke Depan
Polda Papua menegaskan akan menuntaskan penyidikan dan membawa semua pelaku ke meja hukum. Selain mengamankan dan memeriksa 14 orang, polisi bekerja dengan memeriksa rekaman CCTV dan keterangan saksi di lokasi. Upaya ini diharapkan mengungkap jejak pergerakan massa dan peran masing‑masing individu selama kerusuhan berlangsung.
Kepolisian juga berencana meningkatkan pengamanan pada pertandingan dan aktivitas massa di stadion dan area umum lainnya. Langkah itu termasuk penambahan personel, penjagaan pintu masuk, serta koordinasi lebih erat dengan pihak panitia dan manajemen Persipura. Edukasi keamanan dan ketertiban kepada suporter menjadi bagian penting agar emosi tetap terkendali meski tim kesayangan kalah.
Pemerintah dan PSSI diharapkan segera mengevaluasi manajemen stadion, wasit, dan penegakan disiplin pertandingan. Hal ini penting agar kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat Papua dapat kembali menikmati sepak bola dengan aman. Dengan penindakan tegas dan penguatan pengamanan, Stadion Lukas Enembe diharapkan kembali kondusif.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Papua kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Papua.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari papua.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com