Posted in

Breaking News! KKB Papua Serang Warga Banten Setelah Tewaskan Anggota TNI

Tragedi KKB Papua serang warga ini membuka mata bahwa konflik di Papua bukan lagi sekadar konflik lokal antara separatis dan negara.

Breaking News! KKB Papua Serang Warga Banten Setelah Tewaskan Anggota TNI

Tidak hanya menyerang aparat keamanan, kali ini kelompok separatis tersebut dikabarkan menyerang warga sipil asal Banten, hanya berselang beberapa jam setelah insiden penembakan yang menewaskan seorang anggota TNI .

Kronologi Kejadian

Insiden bermula pada Jumat pagi, ketika satuan TNI melakukan patroli rutin di sekitar area rawan gangguan keamanan di Distrik Dekai. Tiba-tiba, pasukan mereka mendapat serangan mendadak dari kelompok bersenjata yang telah mengintai dari hutan sekitar.

Dalam peristiwa tersebut, seorang prajurit TNI gugur setelah terkena tembakan dari jarak jauh. Sumber militer menyebutkan bahwa kelompok yang menyerang diyakini merupakan bagian dari jaringan KKB pimpinan Egianus Kogoya, yang belakangan aktif meningkatkan eskalasi kekerasan di wilayah Papua Pegunungan.

Tak berhenti di situ. Beberapa jam setelah peristiwa penembakan itu, KKB dilaporkan menyerang dua warga sipil asal Banten yang bekerja sebagai tenaga proyek pembangunan jalan. Serangan itu terjadi di jalur Wamena-Dekai, kawasan strategis yang kerap jadi sasaran sabotase.

Warga Sipil Jadi Target Kekerasan

Dua korban sipil, masing-masing berusia 29 dan 33 tahun. Dilaporkan sedang dalam perjalanan untuk mengambil logistik ketika mereka dicegat oleh kelompok bersenjata. Salah satu korban tewas di tempat dengan luka tembak di bagian dada. Sementara satu lainnya mengalami luka serius dan berhasil dievakuasi oleh warga setempat yang melapor ke pos TNI terdekat.

Tragisnya, korban yang tewas diketahui baru tiga bulan bekerja di Papua untuk menghidupi keluarganya di Serang, Banten. Kepergiannya ke Papua adalah bentuk pengorbanan demi ekonomi, namun justru nyawanya direnggut oleh konflik yang tak pernah dia pahami secara langsung.

“Kami hanya pekerja. Kami tidak tahu apa-apa tentang politik di Papua,” ujar salah satu korban selamat, dalam kondisi penuh luka dan trauma.

Baca Juga: Pertamina-Petrogas Tambah 7 Sumur Bor Untuk Tingkatkan Migas Papua

Keluarga Korban Menuntut Keadilan

Keluarga Korban Menuntut Keadilan

Di sisi lain, duka mendalam menyelimuti keluarga korban yang berasal dari Banten. Tangis pecah saat jenazah korban tiba di rumah duka. Sang ibu hanya bisa memeluk peti jenazah sambil berkata, “Anakku pergi mencari rezeki, pulangnya dalam peti. Hukum pelakunya!”

Pemerintah daerah Banten juga menyatakan keprihatinan mendalam dan menjanjikan dukungan penuh kepada keluarga korban. Termasuk bantuan pemulangan jenazah, pendampingan trauma, hingga santunan.

Ketegangan yang Semakin Meningkat

Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh KKB, terutama terhadap warga sipil dari luar Papua. Telah meningkatkan kekhawatiran publik akan keamanan di wilayah timur Indonesia tersebut. Banyak pekerja infrastruktur maupun guru dan tenaga medis dari luar Papua yang kini merasa terancam dan meminta dipulangkan.

Beberapa proyek pembangunan jalan dan jembatan pun terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan para pekerja. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi program pemerintah dalam membangun Papua secara merata dan menyatukan wilayah ini dalam kerangka pembangunan nasional.

Sementara itu, sejumlah organisasi hak asasi manusia menyerukan investigasi menyeluruh atas meningkatnya kekerasan di Papua. Mereka menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam merespons konflik, tanpa mengabaikan hak-hak dasar warga sipil.

Reaksi Pemerintah dan Aparat Keamanan

Pihak Kodam XVII/Cenderawasih langsung mengeluarkan pernyataan tegas usai kejadian. Mereka mengutuk keras tindakan biadab KKB yang tidak hanya menyerang aparat negara, tetapi juga warga sipil tak bersenjata yang tengah mencari nafkah.

“Kami tidak akan tinggal diam. TNI bersama Polri akan menindak tegas pelaku dan memastikan keamanan masyarakat,” ujar Kapendam dalam konferensi pers yang digelar di Jayapura.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), dalam pernyataan resminya, turut mengecam keras insiden ini dan menyatakan bahwa negara tidak akan tunduk terhadap kelompok bersenjata yang ingin memecah belah kedaulatan Indonesia.

Untuk informasi terkini dan lengkap mengenai berbagai kejadian penting di Papua, termasuk insiden keamanan dan bencana alam, kalian bisa kunjungi Info Kejadian Papua sekarang juga.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.okezone.com
  • Gambar Kedua dari www.tempo.co