Kejadian penyerangan di Sugapa kembali menjadi sorotan nasional setelah terjadinya insiden penyerangan terhadap anggota Polres Intan Jaya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Pada Sabtu, 19 Juli 2025, sekitar pukul 18.00 WIT, Bripda Ricardo Pasaribu, seorang anggota Polres Intan Jaya berusia 24 tahun, menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) di Kompleks Kios Palopo, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Insiden ini mengakibatkan luka serius pada bagian telinga kanan korban, yang nyaris putus.
Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Papua.
Kronologi Penyerangan di Sugapa
Menurut informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian setempat. Penyerangan terjadi pada saat anggota Polres Intan Jaya sedang melakukan patroli rutin di daerah Sugapa, wilayah yang kerap menjadi titik rawan konflik antara aparat keamanan dengan KKB.
Pada hari kejadian, rombongan polisi yang terdiri dari beberapa personel tengah melaksanakan patroli pengamanan dan pemantauan di wilayah tersebut. Tiba-tiba, mereka diserang secara tiba-tiba oleh kelompok bersenjata yang diduga merupakan anggota KKB yang sudah lama meresahkan masyarakat setempat.
Penyerangan berlangsung dengan intensitas tinggi. Kelompok bersenjata menggunakan senjata api laras panjang dan senjata tajam. Menyebabkan beberapa anggota kepolisian mengalami luka-luka dan satu di antaranya mengalami luka serius. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kondisi luka beberapa korban cukup kritis sehingga harus segera mendapatkan perawatan intensif.
Evakuasi Korban ke Mimika
Mengingat sulitnya akses menuju wilayah Sugapa dan keterbatasan fasilitas kesehatan di Intan Jaya, korban yang mengalami luka serius langsung dievakuasi ke Kabupaten Mimika, yang dikenal memiliki fasilitas medis yang lebih memadai. Termasuk rumah sakit dengan peralatan lengkap dan tenaga medis profesional.
Evakuasi ini dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter milik TNI-Polri yang sudah disiapkan khusus untuk operasi evakuasi di wilayah pegunungan Papua yang sulit dijangkau.
Dalam proses evakuasi tersebut, sejumlah personel medis ikut serta untuk memberikan pertolongan pertama serta memastikan kondisi korban stabil selama perjalanan menuju Mimika. Sesampainya di Mimika, para korban langsung mendapat penanganan intensif di rumah sakit setempat.
Baca Juga: Anggota KKB Male Telenggen Pelaku Pembunuhan Prajurit TNI di Puncak Jaya Ditangkap
Kondisi Terkini Korban
Menurut laporan dari pihak rumah sakit di Mimika, kondisi korban yang mengalami luka serius saat ini masih dalam perawatan intensif. Tim medis terus memantau perkembangan kesehatan korban dan memberikan pengobatan yang dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan.
Kapolres Intan Jaya menyatakan keprihatinan atas kejadian ini dan memberikan apresiasi terhadap keberanian serta dedikasi anggota yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Ia juga memastikan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan investigasi mendalam untuk menangkap para pelaku penyerangan.
Selain itu, Polres Intan Jaya bersama unsur TNI berencana meningkatkan patroli dan operasi keamanan di wilayah rawan konflik untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang. Langkah-langkah keamanan yang diperketat ini juga diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat di Kabupaten Intan Jaya.
Tantangan Keamanan di Wilayah Intan Jaya
Insiden penyerangan terhadap anggota Polres Intan Jaya di Sugapa bukanlah yang pertama kali terjadi di wilayah ini. Intan Jaya selama beberapa tahun terakhir memang menjadi salah satu daerah yang paling rawan konflik di Papua. Dengan adanya aktivitas kelompok kriminal bersenjata yang mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Beberapa faktor yang menyebabkan konflik berkepanjangan di Intan Jaya antara lain:
- Geografi yang sulit dijangkau: Wilayah pegunungan dan hutan lebat membuat operasi keamanan menjadi sangat menantang.
- Keterbatasan fasilitas dan infrastruktur: Sulitnya akses transportasi dan komunikasi memperlambat respon aparat keamanan.
- Ketegangan sosial dan politik: Persoalan kedaulatan dan aspirasi masyarakat Papua yang belum terselesaikan.
- Aktivitas kelompok bersenjata: KKB yang kerap melakukan serangan terhadap aparat keamanan dan warga sipil.
Menghadapi situasi ini, aparat keamanan dituntut untuk terus berinovasi dalam strategi pengamanan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Untuk mencari solusi damai yang berkelanjutan.
Untuk informasi terkini dan lengkap mengenai berbagai kejadian penting di Papua. Termasuk insiden keamanan dan bencana alam. Kalian bisa kunjungi Info Kejadian Papua sekarang juga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari www.antaranews.com