Posted in

Waspada! Harga Pangan Meroket, BI Sebut Inflasi Papua Masih Tekan Daya

Bank Indonesia (BI) memperingatkan inflasi Papua masih dipengaruhi kenaikan harga pangan komoditas pokok seperti beras, sayur.

BI Sebut Inflasi Papua Masih Tekan Daya

BI bersama pemerintah daerah dan Bulog terus memantau ketersediaan stok, mengoptimalkan distribusi, dan mendorong produksi lokal agar inflasi terkendali. Strategi ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, memastikan kebutuhan pokok terpenuhi, dan melindungi.

Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.

BI Sebut Tekanan Harga Pangan Masih Warnai Inflasi Papua

Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi di Provinsi Papua hingga awal Februari 2026 masih didorong oleh tekanan harga pangan. Kenaikan harga kebutuhan pokok, termasuk beras, sayur-sayuran, dan daging, menjadi faktor utama yang memengaruhi inflasi daerah ini.

Kepala Perwakilan BI Papua, Heri Setiawan, menyatakan bahwa meskipun inflasi di Papua cenderung terkendali dibandingkan daerah lain, kenaikan harga pangan tetap menjadi perhatian. “Kami melihat tekanan utama inflasi masih berasal dari komoditas pangan yang memiliki volatilitas tinggi,” ujarnya.

BI bersama pemerintah daerah terus memantau dinamika harga serta melakukan koordinasi dengan Bulog dan distributor lokal untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan menekan gejolak harga. Langkah-langkah ini dianggap penting agar inflasi tidak berdampak signifikan pada daya beli masyarakat, terutama rumah tangga berpenghasilan rendah.

Faktor Pemicu Inflasi di Papua

Inflasi di Papua saat ini tidak hanya dipicu harga pangan, tetapi juga biaya transportasi yang relatif tinggi. Kondisi geografis Papua yang menantang menyebabkan distribusi barang dari pelabuhan ke pedalaman menjadi lebih mahal. Hal ini berimbas langsung pada harga barang konsumsi sehari-hari, termasuk sayuran, daging, dan telur.

Selain itu, permintaan masyarakat yang meningkat pasca-libur panjang atau perayaan tertentu turut memengaruhi harga. “Saat permintaan tinggi dan pasokan terbatas, harga secara alami meningkat. Ini yang sedang kami awasi,” jelas Heri.

Pemerintah daerah pun berupaya menstabilkan harga dengan mengoptimalkan pasar tradisional dan memfasilitasi akses logistik yang lebih efisien. Distribusi dari sentra produksi ke konsumen akhir diperketat agar harga lebih stabil dan masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga wajar.

Baca Juga: Barter Motor Curian Dengan Ganja, Residivis Jayapura Ditangkap Polisi

Strategi Bank Indonesia Mengendalikan Inflasi

Strategi Bank Indonesia Mengendalikan Inflasi

BI Papua menerapkan berbagai strategi untuk mengendalikan inflasi, salah satunya melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, Bulog, serta pedagang lokal. Strategi ini termasuk pemantauan harga harian di pasar, pengaturan stok bahan pokok, dan pemberian informasi pasar secara transparan kepada masyarakat.

Selain itu, BI juga mendorong pengembangan program substitusi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Misalnya, mendorong kelompok tani menanam sayuran atau umbi-umbian yang sesuai kondisi wilayah untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Upaya ini dinilai efektif karena mampu menekan gejolak harga, sekaligus mendorong ketahanan pangan daerah. Heri menegaskan, pengendalian inflasi di Papua harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi regional.

Dampak Inflasi dan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Tekanan harga pangan yang berkelanjutan berpotensi menurunkan daya beli masyarakat, khususnya bagi rumah tangga berpenghasilan rendah. BI menekankan pentingnya strategi proaktif untuk melindungi kelompok rentan dari dampak inflasi.

Pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan sosial, subsidi pangan, dan program diskon harga di pasar tradisional untuk menjaga kestabilan konsumsi rumah tangga. Program ini bertujuan agar inflasi tidak mengurangi kemampuan masyarakat membeli kebutuhan pokok.

Heri Setiawan menambahkan, pengendalian inflasi di Papua menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional. “Dengan memantau harga, mengoptimalkan distribusi, dan melindungi daya beli masyarakat, kami berharap inflasi tetap terkendali dan ekonomi Papua dapat tumbuh berkelanjutan,” tutupnya.

Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Papua kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Papua.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari papua.antaranews.com
  • Gambar Kedua dari papua.antaranews.com