Pemkot Jayapura memperingatkan pelajar yang terlibat tawuran, menegaskan sanksi berat akan diterapkan tanpa pengecualian.
Kota Jayapura kembali dihadapkan pada isu tawuran antar pelajar yang meresahkan. Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura dengan tegas mengingatkan seluruh pelajar untuk menjaga persatuan dan menghindari aksi kekerasan. Peringatan keras ini disampaikan menyusul insiden tawuran yang baru-baru ini terjadi, memicu keresahan dan kekhawatiran di masyarakat.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
Seruan Wali Kota Jayapura Untuk Pelajar
Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menyampaikan imbauan serius kepada seluruh pelajar di daerah tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari segala bentuk potensi tawuran yang dapat merusak citra pendidikan dan masa depan generasi muda.
Rollo menegaskan bahwa tawuran antar pelajar merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Menurutnya, aksi kekerasan semacam ini harus dihentikan demi menjaga keamanan, ketertiban, serta menjamin masa depan yang cerah bagi para pelajar di Jayapura.
“Kepada pelajar di Kota Jayapura, saya mengimbau agar tidak terlibat dalam tawuran. Jika ada permasalahan di lingkungan sekolah maka diselesaikan dengan baik melalui kepala sekolah dan para guru,” ujar Rollo, menyerukan pendekatan damai dalam menyelesaikan konflik.
Peran Proaktif Pihak Sekolah Dan Sanksi Tegas
Wali Kota Rollo juga mendorong pihak sekolah untuk lebih proaktif dalam menyelesaikan konflik antar siswa. Ia menekankan agar sekolah mengambil langkah tegas sejak dini sebelum masalah berkembang menjadi tindakan kekerasan yang lebih besar dan sulit dikendalikan.
“Jika sekolah tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut maka kami akan turun langsung untuk menyelesaikan persoalan. Sekolah adalah tempat untuk belajar, bukan untuk tawuran,” tegasnya, menunjukkan komitmen Pemkot untuk campur tangan jika diperlukan.
Ia juga menjelaskan bahwa pelajar yang terbukti terlibat dalam aksi tawuran akan dikenakan sanksi tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Langkah ini diambil sebagai bentuk pembinaan sekaligus pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
Baca Juga: 3 Kapolda Lulusan 1996 Kini Resmi Bertugas, Ada Mantan Irwasda Papua
Kolaborasi Pengawasan Dan Pembinaan
Selain memberikan peringatan dan sanksi, Pemkot Jayapura juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi. Ini termasuk orang tua, tenaga pendidik, dan aparat keamanan, agar bersama-sama mengawasi dan membimbing anak-anak.
Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah agar para pelajar dapat tetap fokus pada pendidikan dan meraih prestasi. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang aman dan kondusif untuk belajar dan berkembang.
Kerja sama yang solid antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dianggap krusial. Ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan positif pelajar, menjauhkan mereka dari perilaku negatif seperti tawuran.
Insiden Tawuran Terkini di Jayapura
Peringatan dari Pemkot Jayapura ini muncul setelah terjadinya insiden tawuran antar pelajar yang sempat meresahkan warga. Tawuran tersebut melibatkan siswa dari SMK Negeri 3 Jayapura dan SMA YPPK Taruna Dharma Kotaraja.
Aksi kekerasan antar pelajar itu dilaporkan terjadi pada hari Jumat, 30 Januari 2026. Lokasi kejadian berada di jalan raya depan SMA YPPK Taruna Dharma, yang mengakibatkan masyarakat resah dan menyebabkan kemacetan lalu lintas total.
Insiden ini menjadi pemicu utama bagi Pemkot Jayapura untuk kembali mengeluarkan imbauan dan peringatan keras. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang dan menjaga ketertiban umum.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Papua kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Papua.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari papua.antaranews.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com