Posted in

Kronologi Anggota TNI Serka Segar Mulyana Tewas Ditembak OPM Papua

TNI Serka Segar Mulyana Tewas gugur saat menjalankan tugas pengamanan wilayah rawan di Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Kronologi Anggota TNI Serka Segar Mulyana Tewas Ditembak OPM Papua

Insiden ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi TNI, tetapi juga menggugah kembali perhatian publik akan rentetan kekerasan yang belum juga mereda di tanah Papua. Berikut kronologi lengkap dan situasi yang menyelimuti tragedi memilukan ini .

Penugasan di Medan Rawan Konflik

Serka Segar Mulyana merupakan prajurit TNI AD yang tergabung dalam Satgas Mobile Yonif 509/Balawara Yudha, yang dikirim ke Papua untuk menjalankan tugas pengamanan wilayah rawan gangguan separatisme. Satgas ini ditempatkan di Distrik Homeyo, sebuah daerah terpencil yang menjadi salah satu titik panas aktivitas OPM.

Distrik Homeyo sendiri termasuk wilayah yang sulit dijangkau. Akses menuju lokasi hanya bisa dilakukan lewat jalur udara dan berjalan kaki berjam-jam menembus hutan lebat serta medan terjal. Keberadaan OPM di kawasan ini kerap dilaporkan oleh warga sekitar, dan membuat aparat gabungan selalu siaga penuh.

Kronologi Serangan OPM

Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Minggu, 9 Juni 2025, sekitar pukul 11.30 WIT. Saat itu, Serka Segar bersama beberapa rekannya sedang menjalankan patroli rutin di sekitar Kampung Pogapa, wilayah yang masuk dalam Distrik Homeyo. Tujuan patroli ini adalah memastikan keamanan warga sipil dari potensi gangguan bersenjata sekaligus menjamin kelancaran distribusi logistik ke pos-pos terpencil.

Namun, ketika rombongan sedang menyisir jalanan perbukitan menuju salah satu pos, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah bukit sebelah kiri. Tanpa aba-aba, rentetan peluru menghantam area sekitar mereka. Penyerangan dilakukan secara mendadak, dari jarak menengah, menggunakan senapan laras panjang.

Dalam kejadian itu, Serka Segar terkena tembakan tepat di bagian dada kanan. Rekan-rekannya segera memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban ke pos terdekat, sambil membalas tembakan ke arah pelaku. Namun, luka yang diderita cukup parah. Serka Segar akhirnya dinyatakan gugur sesaat setelah tiba di pos.

Baca Juga: Polda Papua Periksa Kesehatan Tukang Ojek Jelang HUT ke-72 Bhayangkara

Proses Evakuasi yang Penuh Tantangan

Evakuasi jenazah dari lokasi kejadian menuju tempat yang lebih aman bukanlah perkara mudah. Medan pegunungan yang ekstrem serta ancaman tembakan susulan dari pihak OPM membuat proses pengangkutan jenazah harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.

Melalui koordinasi cepat dengan satuan udara TNI dan pihak otoritas setempat, akhirnya jenazah berhasil dievakuasi ke Timika pada malam hari menggunakan helikopter. Dari sana, rencananya jenazah akan diterbangkan ke kampung halamannya di Purwakarta, Jawa Barat, untuk dimakamkan secara militer.

Reaksi TNI dan Pernyataan Resmi

Atas insiden ini, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Cpl I Made Budi, menyampaikan rasa duka mendalam dan penghormatan atas dedikasi Serka Segar selama menjalankan tugas negara. Ia menegaskan bahwa serangan ini tidak akan melemahkan semangat TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI.

“Serka Segar Mulyana adalah prajurit terbaik yang gugur dalam tugas mulia. Kami akan terus mengejar dan menindak pelaku yang melakukan penembakan ini. Tindakan keji terhadap aparat negara tidak bisa dibiarkan,” ujar Letkol Made.

TNI juga memastikan bahwa personel tambahan akan dikerahkan ke wilayah Homeyo untuk mengantisipasi serangan lanjutan dan melakukan operasi penegakan hukum terhadap kelompok separatis bersenjata.

Sosok Serka Segar di Mata Rekan dan Keluarga

Serka Segar Mulyana bukan sekadar seorang prajurit. Ia dikenal sebagai sosok rendah hati, disiplin, dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas. Rekan-rekannya menyebut almarhum sebagai pribadi yang selalu tampil tenang namun sigap di medan tugas. Keluarganya di Purwakarta tak kuasa menahan kesedihan saat kabar duka itu tiba.

Ibunda Serka Segar, dalam pernyataan singkat kepada wartawan lokal, menyebut anaknya sudah berulang kali ditugaskan ke wilayah rawan konflik, namun tak pernah mengeluh.

“Dia bilang, selama masih pakai seragam, tugas adalah kehormatan,” ucap sang ibu sambil meneteskan air mata.

Kekerasan yang Tak Kunjung Reda

Insiden penembakan yang merenggut nyawa Serka Segar bukan yang pertama, dan mungkin bukan yang terakhir jika konflik bersenjata di Papua terus dibiarkan. Dalam lima tahun terakhir, puluhan aparat keamanan, guru, tenaga kesehatan, dan warga sipil telah menjadi korban kekerasan oleh OPM.

Wilayah seperti Intan Jaya, Puncak, Nduga, dan Yahukimo masih menjadi zona merah aktivitas separatis bersenjata. Meski pemerintah pusat terus mengupayakan pendekatan dialog dan pembangunan, sebagian kelompok OPM tetap memilih jalan kekerasan sebagai bentuk perjuangan.

Untuk informasi terkini dan lengkap mengenai berbagai kejadian penting di Papua, termasuk insiden keamanan dan bencana alam, kalian bisa kunjungi Info Kejadian Papua sekarang juga.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari voi.id
  • Gambar Kedua dari news.detik.com