Posted in

BPIP Perkuat Pancasila di PLBN Sota, Wujud Nyata Negara Hadir di Perbatasan

Perkuat nasionalisme dari pinggiran, itulah semangat pancasila yang dibawa Kepala BPIP Yudian Wahyudi dalam kunjungannya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, Merauke.

BPIP Perkuat Pancasila di PLBN Sota, Wujud Nyata Negara Hadir di Perbatasan

Di perbatasan paling timur Indonesia ini, ideologi Pancasila diteguhkan sebagai fondasi keadilan dan kebangsaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat perbatasan.  akan membahas kunjungan BPIP ke PLBN Sota sebagai upaya memperkuat ideologi Pancasila di perbatasan timur Indonesia.

Menjaga Pancasila di Titik Terluar Nusantara

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Yudian Wahyudi mengawali kunjungan kerjanya ke PLBN Sota, Merauke, Papua Selatan, dengan pesan kuat, negara harus hadir hingga batas terakhir Indonesia.

Dalam lawatannya, ia menegaskan pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila secara nyata, terutama di wilayah-wilayah perbatasan yang kerap menjadi garda terdepan namun kurang mendapat perhatian.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda simbolik. Bagi BPIP, langkah ini merupakan bagian dari strategi belanja masalah, yaitu menggali langsung aspirasi dan dinamika masyarakat di lapangan sebagai bahan perumusan kebijakan yang relevan dan berbasis kenyataan.

“Kami ingin melihat langsung keragaman Indonesia agar setiap kebijakan tidak dibuat dari balik meja, melainkan dari denyut kehidupan nyata rakyat,” kata Yudian saat berdialog dengan masyarakat dan petugas di PLBN.

Perbatasan Sebagai Simbol dan Fungsi Negara

PLBN Sota merupakan salah satu titik vital lintas negara antara Indonesia dan Papua Nugini. Meski berada jauh dari pusat kekuasaan, PLBN ini berfungsi sebagai simpul penting dalam hubungan bilateral, mobilitas warga, dan juga sebagai pusat pelayanan masyarakat.

Kepala PLBN Sota, B. Mathilda Pusung, menjelaskan bahwa sejak diresmikan pada 3 Oktober 2021, PLBN ini telah melayani lebih dari dua ribu pelintas batas dari Januari hingga Mei 2025.

Menariknya, mayoritas pelintas merupakan warga Papua Nugini yang datang untuk berbelanja kebutuhan pokok di wilayah Indonesia. Rata-rata 30 orang melintasi batas ini setiap harinya.

Tak hanya menjadi jalur mobilitas manusia, PLBN Sota juga memainkan peran ekonomi strategis. Ekspor dari Indonesia ke Papua Nugini melalui pos ini mencapai Rp437 juta, dengan komoditas utama berupa sandang dan pangan. Sementara itu, impor yang masuk senilai Rp41 juta, didominasi oleh hasil hutan, perikanan, dan satwa khas Papua.

Baca Juga:

Mengintegrasikan Nasionalisme Lewat Simbol dan Aksi

BPIP Perkuat Pancasila di PLBN Sota, Wujud Nyata Negara Hadir di Perbatasan

Dalam kunjungan tersebut, Yudian Wahyudi turut mengusulkan agar PLBN Sota menampilkan ikon khas Papua, seperti Kangguru Papua, baik dalam bentuk replika maupun kehadiran hewan asli. Gagasan ini bukan tanpa makna.

Simbol-simbol lokal seperti ini dipercaya mampu memperkuat identitas nasional dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati dan budaya.

“Selama ini orang hanya tahu kangguru dari Australia. Padahal Indonesia juga punya jenisnya sendiri. Inilah saatnya kita mengangkat kekayaan kita sendiri untuk memperkuat nasionalisme, khususnya bagi masyarakat perbatasan,” ujarnya penuh semangat.

Sebagai bentuk nyata komitmen lingkungan dan nasionalisme, jajaran BPIP juga melakukan penanaman pohon di beranda timur PLBN. Tindakan ini memiliki makna simbolis sekaligus praktis: menyemai harapan dan kepedulian pada bumi Nusantara, mulai dari titik terluar sekalipun.

Layanan Publik dan Harapan Masyarakat

Fungsi PLBN Sota ternyata melampaui sekadar gerbang lintas negara. Tempat ini juga menyediakan layanan sosial penting, termasuk pelayanan kesehatan bagi warga Papua Nugini yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit di Indonesia.

Mekanisme lintas batas ini menjadi bukti bahwa Indonesia hadir tidak hanya sebagai negara yang menjaga wilayah, tapi juga merawat kemanusiaan. Tak hanya warga lintas negara, PLBN Sota kini juga menjadi destinasi wisata yang diminati.

Tercatat 16.640 pengunjung datang ke PLBN ini hanya dalam lima bulan pertama tahun 2025. Para wisatawan berasal dari Merauke dan wilayah lainnya, yang ingin menyaksikan langsung perbatasan negara sekaligus menikmati suasana khas kawasan timur Indonesia.

Kepala BPIP menekankan, keberadaan PLBN seperti ini seharusnya terus diperkuat dan ditingkatkan pelayanannya. “Jangan sampai masyarakat perbatasan merasa terpinggirkan. Justru di sinilah ideologi Pancasila harus hadir sebagai jembatan keadilan, kesetaraan, dan kemajuan bagi seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Sota,” tegasnya.

Kesimpulan

Kunjungan BPIP ke PLBN Sota bukan hanya sekadar agenda kelembagaan. Ini merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam memperkuat ideologi Pancasila di wilayah perbatasan. BPIP hadir langsung untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memahami kondisi lapangan.

Simbol budaya lokal dan penanaman pohon menjadi bagian dari pendekatan yang dilakukan. Dari Sota, pesan kuat disampaikan bahwa semangat Pancasila hidup di seluruh penjuru Indonesia, hingga ke titik terujung negeri. Simak dan ikuti terus Info Kejadian Papua agar Anda tidak ketinggalan informasi menarik lainnya setiap hari.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari www.mnctrijaya.com
  2. Gambar Kedua dari bpip.go.id