Pemerintah Papua menargetkan 1.000 hektare sawah baru rampung pada 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian daerah.
Pemerintah Provinsi Papua optimistis program pencetakan 1.000 hektare sawah baru selesai tepat waktu pada 2026. Langkah ini untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada pasokan beras dari luar. Program ini diharapkan meningkatkan produksi padi lokal menuju kemandirian pangan di Papua.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
Target 1.000 Hektare Untuk Kemandirian
Pencetakan 1.000 hektare sawah menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemprov Papua untuk menambah lahan pertanian pangan. Target ini diharapkan menopang supply beras dan menekan kenaikan harga pangan di daerah. Program ini juga sejalan dengan arah strategi pangan nasional yang dikelola Kementerian Pertanian.
Pemprov sebelumnya telah mencetak sekitar 640 hektare sawah di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi, pada 2025. Area itu dijadikan percontohan sebelum perluasan ke kabupaten lain. Pemerintah menilai hasil ini membuktikan sawah di lahan baru bisa berjalan dan produktif.
Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menegaskan bahwa 1.000 hektare adalah target realistis namun ambisius. Pemprov berkomitmen menjamin pengawasan lapangan dan pendampingan teknis agar lahan produktif. Dengan begitu, sawah baru tidak hanya dibuka, tetapi benar‑benar menghasilkan panen yang stabil.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Lokasi dan Potensi Sawah Baru
Pencetakan 1.000 hektare direncanakan di beberapa kawasan di empat kabupaten di Papua. Pemprov memilih lahan dengan akses air memadai dan potensi tumbuh padi yang baik. Pertimbangan meliputi topografi, sistem irigasi, dan akses jalan menuju pasar.
Penekanan diberikan pada kawasan pertanian pangan baru di wilayah tengah dan selatan Papua. Pemprov dan Kementan bekerja sama memastikan lahan tersebut layak menjadi sawah teknis. Prosesnya meliputi penyiapan irigasi, penataan jaringan air, dan perbaikan jalan produksi.
Petani lokal juga dilibatkan dalam penentuan lokasi sawah baru. Keterlibatan mereka diharapkan menurunkan konflik lahan dan mempercepat adopsi metode bertani yang lebih baik. Dengan kombinasi potensi alam dan partisipasi masyarakat, sawah baru diharapkan jadi tulang punggung pangan jangka panjang.
Baca Juga: Alarm Bahaya! Pemkot Jayapura Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Dukungan Teknis dan Sarana Produksi
Pemprov menyiapkan pendampingan teknis kuat untuk memastikan sawah baru ditanami secara optimal. Penyuluh dan tenaga ahli dampingi petani dalam pemilihan varietas, jadwal tanam, dan penanganan hama. Pendekatan ini menekan risiko gagal panen di masa awal pemanfaatan lahan.
Pemerintah juga menjamin ketersediaan sarana produksi, seperti benih unggul, pupuk, dan alat pertanian dasar. Bantuan atau subsidi difokuskan pada petani kecil agar tidak terbebani biaya awal. Pemprov koordinasi dengan Kementan dan pihak terkait untuk distribusi yang tepat sasaran.
Selain pendampingan dan sarana, penguatan pascapanen juga menjadi prioritas. Peningkatan kapasitas penggilingan dan penanganan gabah diharapkan menjaga kualitas beras. Tujuannya agar hasil panen bertambah dan nilai jual beras petani juga naik seiring produktivitas.
Dampak Bagi Ketahanan Pangan Papua
Pencetakan 1.000 hektare diharapkan menaikkan produksi padi Papua secara nyata. Peningkatan lahan dan produktivitas akan menurunkan ketergantungan terhadap beras dari luar daerah. Dampaknya, harga pangan diharapkan lebih stabil dan daya beli masyarakat terjaga.
Program ini sejalan dengan visi Papua sebagai lumbung pangan di Indonesia bagian timur. Pemprov menilai pertanian pangan berkelanjutan mampu menumbuhkan kesejahteraan petani dan lapangan kerja di desa. Kemandirian pangan dianggap pondasi penting bagi pembangunan ekonomi dan sosial yang lebih kuat.
Masyarakat diharapkan mendukung dengan memanfaatkan lahan tidur dan mengikuti teknik bercocok tanam yang dianjurkan. Pemprov berkomitmen program ini berjalan transparan dan berkelanjutan secara lingkungan. Dengan dukungan pusat, daerah, dan masyarakat, 1.000 hektare sawah di Papua diharapkan rampung dan bermanfaat di 2026.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Papua kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Papua.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari papua.antaranews.com
- Gambar Kedua dari teraspapua.com