Aktivitas seismik di Papua Barat, khususnya wilayah Arguni, dipantau ketat oleh BP Indonesia perusahaan menegaskan seluruh prosedur.
Sementara itu, Raja Arguni menegaskan pentingnya Sasi Adat untuk menjaga kearifan lokal dan perlindungan wilayah pesisir. BP Indonesia juga menjalin komunikasi terbuka dengan masyarakat dan pemerintah daerah, memastikan keselamatan warga tetap prioritas.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
BP Indonesia Klarifikasi Aktivitas Seismik Arguni
Buka suara terkait perhatian publik atas aktivitas kapal seismik di wilayah Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Senin (16/2/2026), BP menegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari program eksplorasi hulu migas yang telah disetujui pemerintah.
Corporate Communications Strategist BP Indonesia, Wigra Hanafiah, menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sesuai peraturan resmi serta tata kelola hulu migas nasional. Selain itu, prosedur keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan diterapkan secara ketat untuk memastikan operasi berjalan bertanggung jawab.
“Kami telah berada di Papua Barat selama lebih dari dua dekade dan berkomitmen menjalankan operasi yang aman dan berkelanjutan. Semua kegiatan dilakukan dengan memperhatikan masyarakat setempat dan lingkungan sekitar,” jelas Wigra. BP juga menegaskan bahwa komunikasi terbuka dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
Sosialisasi dan Upacara Adat Sebelum Aktivitas
Terkait aktivitas seismik, BP Indonesia telah melaksanakan serangkaian sosialisasi dan upacara adat bersama masyarakat di sejumlah distrik Fakfak dan Sorong Selatan. Kegiatan ini dilakukan bersama pemerintah daerah sebelum operasi dimulai untuk menghormati adat dan budaya setempat.
Salah satu contoh adalah kegiatan doa bersama di Arguni pada Oktober 2025 dan rapat sosialisasi pada 23 Desember 2025 di Kokas. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Fakfak, unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan tujuh suku asli di Kabupaten Fakfak. Hal ini menunjukkan BP berkomitmen membangun dialog yang transparan dengan masyarakat.
Wigra menegaskan bahwa rangkaian sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya BP untuk menghormati hak adat masyarakat, sekaligus memastikan keselamatan warga yang beraktivitas di laut. Ia menambahkan bahwa perusahaan selalu berupaya agar kegiatan eksplorasi tidak mengganggu keseharian masyarakat lokal.
Baca Juga: Warga Papua Serukan Damai, Kecam Aksi KKB di Tanah Injil
Aturan Adat Masyarakat Arguni
Sebelumnya, Raja dan masyarakat Kampung Arguni sebagai pemilik kawasan yang akan menjadi lokasi pembangunan sumur UBA 1 dan UBA 2 menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya menekankan pentingnya sasi atau kera-kera, yang merupakan tanda pemberhentian kerja di lokasi tertentu.
BP Indonesia menegaskan bahwa aturan adat tersebut dihormati sepenuhnya. Siapa pun yang mencabut atau melanggar kera-kera dianggap mencederai martabat adat, dengan sanksi denda yang ditetapkan mencapai Rp 5 triliun. Langkah ini menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat adat dalam setiap kegiatan hulu migas.
Selain itu, dialog terus dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami prosedur keselamatan dan tata kelola lingkungan. BP juga berkomitmen memberi manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui program sosial dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas lokal.
Komitmen BP Indonesia Terhadap Keberlanjutan
BP Indonesia menegaskan bahwa eksplorasi energi harus selaras dengan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Semua prosedur operasi dirancang agar risiko lingkungan dapat diminimalkan, sementara masyarakat tetap terlindungi dari dampak kegiatan seismik.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan tokoh adat menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan menghormati aturan adat, melakukan sosialisasi rutin, dan memastikan standar keselamatan tinggi, BP berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik sosial.
Secara keseluruhan, kombinasi prosedur ilmiah dan kearifan lokal di Arguni diharapkan menciptakan ekosistem eksplorasi yang aman dan bertanggung jawab. BP Indonesia menekankan bahwa kegiatan energi modern dapat berjalan harmonis dengan budaya dan adat masyarakat Papua Barat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari majalahkribo.com