Operasi TNI-Polri di Nabire berhasil gerebek markas KKB, 561 amunisi dan Rp79 juta disita dari lokasi penggerebekan.
Operasi gabungan TNI-Polri di Nabire membuahkan hasil besar. Dalam penggerebekan markas yang diduga milik KKB, aparat menyita ratusan amunisi dan uang puluhan juta rupiah.
Keberhasilan ini menjadi sorotan karena menunjukkan langkah tegas aparat dalam menjaga keamanan wilayah Papua. Tetap simak di Info Kejadian Papua.
Operasi Gabungan TNI-Polri Bongkar Markas KKB Di Nabire
Tim gabungan TNI dan Polri menggerebek markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Operasi ini menjadi bagian dari langkah tegas aparat dalam menekan aktivitas kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, menyatakan tindakan itu merupakan upaya penegakan hukum terhadap DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla, Aibon Kogoya. Aparat bertindak berdasarkan hasil pemantauan dan informasi intelijen.
Penggerebekan tersebut memperlihatkan keseriusan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Langkah terukur diambil guna mencegah potensi gangguan yang lebih luas terhadap masyarakat sipil.
Kontak Tembak Warnai Penggerebekan
Operasi berlangsung pada Minggu (1/3) sekitar pukul 22.40 WIT, saat aparat mendekati lokasi yang diduga menjadi markas kelompok tersebut. Tim gabungan terdiri dari Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026.
Ketika personel mendekat, kelompok bersenjata melakukan perlawanan sehingga terjadi baku tembak. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya kelompok tersebut melarikan diri meninggalkan markas mereka.
Setelah kondisi dinilai aman, aparat langsung menguasai area dan melakukan penyisiran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan di sekitar lokasi.
Baca Juga: Heboh! TNI-Polri Turun Tangan, Pasar Wouma Wamena Bersih Kinclong, Ada Apa Sebenarnya?
Ratusan Amunisi Dan Uang Tunai Diamankan
Dalam penggeledahan di markas tersebut, aparat menemukan berbagai barang bukti penting. Sebanyak 561 butir amunisi dari berbagai kaliber berhasil diamankan dari lokasi.
Selain amunisi, petugas juga menyita 10 magazen untuk senjata api jenis SS1 dan AK-101. Temuan ini menunjukkan kapasitas persenjataan yang cukup besar di tangan kelompok tersebut.
Tak hanya perlengkapan militer, aparat turut mengamankan 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky, serta uang tunai sebesar Rp 79.900.000. Barang-barang tersebut kini diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan.
Dugaan Keterkaitan Dengan Aksi Kekerasan Sebelumnya
Salah satu temuan yang menjadi perhatian khusus adalah dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Dugaan ini masih dalam pendalaman oleh tim penyidik.
Satu perangkat diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat serangan tahun lalu. Sementara perangkat lainnya diduga berkaitan dengan insiden pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa pekan lalu.
Aparat akan menelusuri data dalam perangkat tersebut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas. Informasi digital diharapkan membantu menguatkan konstruksi perkara.
Aparat Lanjutkan Penyisiran Dan Imbau Warga Tetap Tenang
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan operasi ini bertujuan melindungi warga dari ancaman kekerasan.
Aparat keamanan akan terus bertindak tegas terhadap pihak yang mencoba mengganggu stabilitas. Penegakan hukum disebut dilakukan secara profesional dan terukur demi menjaga ketertiban umum.
Saat ini, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan situasi benar-benar aman. Operasi akan terus berlanjut untuk memburu para pelaku yang melarikan diri serta menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari metrotvnews.com