Karyawan PT KPI yang menjadi korban penembakan oleh kelompok OPM di Mimika akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan.

Insiden penembakan kembali mengguncang wilayah Mimika, Papua Tengah. Seorang karyawan PT KPI yang sebelumnya menjadi korban aksi kekerasan oleh kelompok separatis akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kejadian ini menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik bersenjata yang masih terjadi di sejumlah wilayah Papua.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
Kronologi Penembakan di Mimika
Peristiwa tragis itu terjadi di wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi lokasi gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan Organisasi Papua Merdeka. Korban diketahui sedang menjalankan aktivitas kerja ketika insiden penembakan terjadi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sempat mendapatkan pertolongan pertama di lokasi sebelum akhirnya dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Kondisinya saat itu dilaporkan kritis akibat luka tembak yang cukup serius di bagian tubuh vital.
Setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif dan mendapatkan penanganan medis secara maksimal, kondisi korban sempat menunjukkan tanda-tanda stabil. Namun, komplikasi yang muncul membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan. Pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia setelah perjuangan panjang tim medis untuk mempertahankan hidupnya.
Duka Mendalam dan Respons Perusahaan
Kabar meninggalnya karyawan tersebut langsung disampaikan kepada pihak keluarga. Suasana haru dan duka menyelimuti rumah duka saat jenazah dipulangkan untuk dimakamkan secara layak sesuai dengan tradisi keluarga.
Manajemen PT KPI menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden yang menimpa salah satu karyawannya. Perusahaan memastikan akan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban, termasuk santunan dan hak-hak normatif yang menjadi kewajiban perusahaan.
Selain itu, pihak perusahaan juga berkomitmen untuk meningkatkan standar keamanan bagi seluruh pekerja yang bertugas di wilayah dengan risiko tinggi. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan internal dan koordinasi dengan aparat setempat akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Baca Juga: Tanah Longsor Jayapura, Pencarian Rafles Fonataba Masih Berlanjut Hari Ketiga
Situasi Keamanan di Papua Tengah

Kabupaten Mimika merupakan salah satu wilayah strategis di Papua Tengah karena menjadi pusat aktivitas pertambangan dan berbagai proyek pembangunan. Namun, kawasan ini juga termasuk daerah yang rawan gangguan keamanan.
Kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat beberapa kali dilaporkan melakukan aksi penyerangan terhadap aparat maupun warga sipil. Insiden penembakan terhadap pekerja sipil dinilai sebagai bentuk teror yang menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
Aparat keamanan terus meningkatkan patroli dan penjagaan di sejumlah titik vital. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri berupaya memastikan aktivitas ekonomi dan sosial tetap berjalan tanpa gangguan, meski situasi keamanan belum sepenuhnya kondusif.
Dampak Psikologis Bagi Pekerja dan Warga
Insiden ini tidak hanya berdampak secara fisik terhadap korban dan keluarganya, tetapi juga memunculkan trauma di kalangan rekan kerja dan masyarakat sekitar. Rasa waswas meningkat, terutama bagi pekerja yang setiap hari harus beraktivitas di wilayah dengan potensi konflik.
Sejumlah pekerja mengaku khawatir terhadap keselamatan diri mereka. Meski demikian, sebagian tetap bertahan demi memenuhi tanggung jawab pekerjaan dan kebutuhan keluarga. Kondisi ini menunjukkan dilema yang dihadapi para pekerja di daerah rawan konflik.
Pemerhati sosial menilai bahwa pendekatan keamanan saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan di Papua. Diperlukan langkah dialog, pembangunan yang merata, serta pendekatan kemanusiaan agar konflik berkepanjangan dapat diminimalkan dan korban sipil tidak terus berjatuhan.
Upaya Penegakan Hukum dan Harapan Perdamaian
Aparat penegak hukum menyatakan akan memburu para pelaku penembakan hingga tertangkap. Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan bukti di lokasi kejadian serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Pemerintah pusat juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjamin keamanan pekerja dan masyarakat sipil. Perlindungan terhadap warga non-kombatan menjadi prioritas dalam setiap operasi pengamanan.
Di tengah duka yang mendalam, keluarga korban berharap agar kejadian ini menjadi yang terakhir. Masyarakat luas pun menginginkan situasi Papua yang lebih aman dan damai, sehingga pembangunan dapat berjalan tanpa dibayangi kekerasan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari Detik.com
- Gambar Kedua dari seputaranpapua.com