Bank Indonesia Papua menyiapkan Rp1,16 triliun untuk penukaran uang, mendukung kelancaran ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Bank Indonesia (BI) Papua mengalokasikan dana tunai Rp1,16 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H lewat program “Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri” (Serambi) 2026. Peningkatan alokasi ini mencerminkan optimisme terhadap aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat Papua.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
Peningkatan Alokasi Dana Untuk Serambi 2026
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp1,16 triliun. Dana ini disediakan khusus untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat selama bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Program ini dikenal dengan nama “Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri” (Serambi) 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, menyatakan bahwa penyediaan uang layak edar ini mengalami peningkatan signifikan. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, alokasi dana tahun ini meningkat sebesar 51 persen. Peningkatan ini menunjukkan komitmen BI Papua dalam mendukung kebutuhan finansial masyarakat.
Peningkatan alokasi ini sejalan dengan proyeksi penguatan aktivitas ekonomi di wilayah Papua. Mobilitas masyarakat dan konsumsi rumah tangga diperkirakan akan meningkat pesat selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026. BI Papua berupaya memastikan ketersediaan uang tunai yang cukup untuk menopang pertumbuhan ekonomi lokal.
Jadwal Dan Lokasi Layanan Penukaran Uang
Layanan kas dalam rangka program Serambi 2026 akan berlangsung mulai tanggal 19 Februari hingga 13 Maret 2026. Periode ini memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat untuk menukarkan uang sesuai kebutuhan mereka. Penukaran dapat dilakukan di berbagai lokasi yang telah ditentukan.
Layanan penukaran tersedia melalui penarikan uang oleh perbankan di kantor BI Papua. Selain itu, layanan juga tersedia di tujuh kas titipan yang tersebar di beberapa kota penting. Lokasi kas titipan tersebut meliputi Sorong, Nabire, Timika, Serui, Biak, Wamena, dan Merauke.
Liner juga menginformasikan bahwa BI Papua bersama perbankan menyediakan layanan penukaran uang secara langsung kepada masyarakat. Layanan ini tersedia melalui kendaraan kas keliling dan loket penukaran di kantor-kantor bank. Ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat.
Baca Juga: Tragedi di Pantai Base G Jayapura, 2 Pemuda Terseret Arus, 1 Tewas
Mekanisme Penukaran Dan Batasan Jumlah
Untuk penukaran uang secara langsung kepada masyarakat, BI Papua menyiapkan dana tunai sebesar Rp23,8 miliar. Setiap individu dapat menukarkan uang dengan batas maksimal Rp5,3 juta per orang. Batasan ini diterapkan untuk memastikan pemerataan layanan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.
Layanan penukaran tersedia di 20 titik lokasi di Jayapura, termasuk seluruh jaringan kas titipan Bank Indonesia. Sebaran titik layanan ini dirancang untuk memudahkan masyarakat di berbagai wilayah dalam menjangkau fasilitas penukaran uang. Ini adalah bagian dari upaya BI untuk memberikan pelayanan optimal.
Untuk meningkatkan kenyamanan dan pemerataan layanan, pemesanan penukaran uang dilakukan secara daring. Masyarakat dapat mengakses laman resmi Bank Indonesia untuk memilih jadwal dan lokasi penukaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sistem daring ini diharapkan dapat meminimalisir antrean dan memaksimalkan efisiensi.
Mendorong Transaksi Digital Dan Sinergi Mitra Kerja
Seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi, BI Papua juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transaksi pembayaran digital. Pembayaran digital menawarkan kemudahan, kecepatan, keamanan, dan keandalan melalui mobile banking, internet banking, dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Opsi ini mengurangi ketergantungan pada uang tunai.
Selain itu, BI Papua juga menyarankan penggunaan layanan transfer dana seperti BI-Fast dan BI-RTGS untuk transaksi yang lebih efisien. Adopsi pembayaran digital ini diharapkan dapat mendukung kelancaran sistem pembayaran secara keseluruhan. Hal ini juga sejalan dengan upaya modernisasi sistem keuangan di Indonesia.
Sinergi BI Papua, perbankan, dan seluruh mitra kerja menjadi kunci menghadirkan layanan kas mudah diakses, tertib, dan lancar. Kolaborasi ini mendukung kelancaran sistem pembayaran serta pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026, menjadi contoh nyata kerja sama berbagai pihak demi kemajuan ekonomi Papua.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Papua kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Papua.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari cenderawasihpos.jawapos.com
- Gambar Kedua dari papua.antaranews.com