Aksi kabur massal belasan narapidana dari Lapas Kelas II B Nabire mengejutkan Papua Tengah sebanyak 15 napi.

Sebagian besar kasus narkoba dan kekerasan, meloloskan diri lewat jalur belakang saat dini hari. Aparat segera melakukan pengejaran dengan dukungan teknologi pemantauan. Kejadian ini menimbulkan keresahan warga, memicu evaluasi pengamanan. Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran Info Kejadian Papua.
Belasan Napi Kabur dari Lapas Nabire
Belasan narapidana kembali melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nabire, Papua Tengah, dalam sebuah aksi kabur yang mengejutkan pihak keamanan. Kejadian ini terjadi pada Minggu dini hari, yang membuat aparat berwenang sigap melakukan pengejaran untuk menangkap kembali para napi yang melarikan diri.
Pihak Lapas Nabire mengonfirmasi bahwa jumlah napi yang kabur sebanyak 15 orang dengan berbagai latar belakang kejahatan. Dari angka tersebut, sebagian besar merupakan napi kasus narkoba dan kekerasan. Kejadian ini membuat pihak keamanan Lapas Nabire segera mengintensifkan pengamanan dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat.
Kejadian kaburnya para napi ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga dan masyarakat sekitar Lapas Nabire, mengingat potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi akibat kaburnya narapidana ini. Pemerintah daerah juga diminta untuk turun tangan dalam menuntaskan permasalahan pengamanan di lapas agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Kronologi Kaburnya Narapidana dari Lapas Nabire
Keberhasilan para narapidana melakukan aksi kabur kembali dari Lapas Nabire ini berawal dari pukul 02.00 WIT saat para napi memanfaatkan saat pengawasan yang dianggap longgar. Sumber dari petugas mengatakan bahwa para narapidana itu memecah konsentrasi penjagaan dengan membuat keributan kecil untuk mengalihkan perhatian.
Selanjutnya, narapidana tersebut bergerak berkelompok dan meninggalkan lokasi lapas dengan menggunakan jalur belakang yang belum terawasi ketat. Tim keamanan yang melakukan patroli baru menyadari kehilangannya sekitar pukul 03.00 WIT dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian serta pusat pengendalian.
Dari hasil penyelidikan pendahuluan, diduga ada keterlibatan oknum dari dalam lapas yang membantu kelancaran aksi kabur ini. Namun, hingga kini pihak lapas dan kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kemungkinan adanya unsur sabotase keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut.
Baca Juga: Penembakan Warga di Asmat Papua, TNI Beberkan Kronologi
Tanggapan Pihak Berwenang dan Upaya Penanganan

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Nabire, Agus Santoso, menyatakan penyesalan atas kaburnya belasan narapidana dan menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk memperketat pengamanan. Agus menegaskan bahwa koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait sudah berjalan dengan maksimal.
Selain itu, pemerintah daerah setempat juga diminta untuk memberikan bantuan dan dukungan personel keamanan tambahan. Agus menambahkan, sejumlah prosedur pengamanan di lapas akan segera dievaluasi dan diperbaiki agar kejadian serupa tidak berulang.
Sementara itu, Polda Papua Tengah mengerahkan tim khusus untuk melakukan pengejaran narapidana tersebut dengan bantuan teknologi pemantauan dan pelacakan. Polisi juga mengimbau kepada masyarakat agar segera melapor jika menemukan atau melihat tanda-tanda keberadaan napi yang kabur agar bisa segera diamankan dengan baik.
Ancaman Keamanan dan Dampaknya bagi Masyarakat
Kaburnya 15 narapidana dari Lapas Nabire membawa dampak besar bagi keamanan wilayah Papua Tengah terutama di sekitar kota Nabire. Warga masyarakat merasa cemas dan was-was karena sebagian besar napi kabur adalah pelaku kejahatan serius yang berpotensi membahayakan.
Keamanan yang terganggu tentu juga mempengaruhi aktivitas ekonomi dan sosial warga. Banyak pelaku usaha pada malam hari menjadi kurang nyaman beroperasi karena khawatir adanya gangguan dari para napi kabur. Pemerintah daerah pun diharapkan segera merespons dengan meningkatkan kehadiran petugas keamanan dan mengaktifkan posko pengamanan.
Dampak psikologis juga meluas ke dalam keluarga para narapidana dan warga sekitar yang mengalami ketakutan berlebihan. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan komprehensif antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat untuk mengantisipasi. Manfaatkan waktu anda untuk mengeksplorisasi ulasan menarik lainnya hanya Info Kejadian Papua.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari papua.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari papua.tribunnews.com