Demo pemuda dan mahasiswa di Jayapura memprotes penempatan militer Papua hingga berujung ricuh saat massa berupaya longmarch menuju Abepura pada Sabtu siang.
Polisi menghadang massa untuk mengendalikan pergerakan peserta aksi. Situasi kemudian memanas setelah sejumlah demonstran melempar batu ke arah aparat. Polisi merespons dengan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kerumunan. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kejadian Papua.
Demo Digelar Serentak di Sejumlah Titik Jayapura
Aksi protes tersebut berlangsung secara serentak di beberapa lokasi, yakni Abepura, Expo Waena, dan Perumnas Tiga. Pemuda dan mahasiswa menyampaikan penolakan terhadap penempatan militer yang menjadi pokok aspirasi mereka.
Situasi awalnya berlangsung sebagai penyampaian pendapat. Namun, kondisi berubah ketika massa mencoba bergerak bersama menuju Abepura. Aparat kemudian menghadang rombongan untuk mencegah pergerakan massa yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Ketegangan meningkat setelah terjadi aksi pelemparan batu ke arah polisi. Petugas kemudian mengambil langkah untuk membubarkan massa menggunakan gas air mata dan meriam air.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Tujuh Polisi Terluka Saat Mengamankan Aksi
Kericuhan tersebut menyebabkan tujuh personel kepolisian mengalami luka dan cedera. Petugas kemudian membawa seluruh korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura untuk mendapatkan perawatan.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen mengatakan sejumlah personel mengalami luka akibat benturan, lemparan batu, hingga terinjak ketika mencoba mengendalikan kerumunan.
“Dalam insiden tersebut terdapat tujuh personel kepolisian yang mengalami luka dan cedera saat menjalankan tugas pengamanan. Ketujuh personel sudah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Fredrickus, Sabtu petang.
Menurutnya, para personel masih menjalani perawatan di rumah sakit. Polisi juga terus mengevaluasi situasi setelah kericuhan yang terjadi di beberapa titik aksi.
Baca Juga: Festival Budaya Lembah Baliem Mendadak Mencekam, Penembakan Bikin Pengunjung Kocar-Kacir
Polisi Gunakan Gas Air Mata dan Meriam Air
Ketika massa mulai melempar batu, aparat mengambil tindakan untuk mengendalikan keadaan. Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air agar kerumunan tidak semakin meluas.
Petugas juga berupaya menjaga agar kericuhan tidak menyebar ke kawasan lain. Setelah situasi mulai terkendali, polisi memberikan kesempatan kepada massa untuk menyampaikan aspirasi di lokasi.
Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan peserta aksi, masyarakat sekitar, serta personel yang bertugas. Polisi kemudian mengawal proses pembubaran massa setelah kegiatan penyampaian aspirasi selesai.
1.560 Personel Gabungan Dikerahkan
Polresta Jayapura Kota menurunkan sekitar 1.560 personel gabungan untuk mengamankan aksi di sejumlah titik. Jumlah personel tersebut tersebar di lokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa.
Fredrickus menjelaskan bahwa aparat mengutamakan pendekatan persuasif dan terukur selama menjalankan pengamanan. Polisi juga memantau situasi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kericuhan lanjutan.
“Polresta Jayapura Kota mengerahkan sekitar 1.560 personel gabungan untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik yang menjadi lokasi konsentrasi massa,” ujar Fredrickus.
Polisi Minta Warga Tak Terprovokasi
Setelah kericuhan mereda, aparat meminta masyarakat tidak terpancing oleh informasi yang dapat memperkeruh keadaan. Polisi menyebut situasi Jayapura berangsur membaik sehingga warga dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
Fredrickus juga mengingatkan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Masyarakat turut memiliki peran dalam menjaga suasana tetap kondusif setelah aksi demonstrasi.
“Kita berharap masyarakat tidak terprovokasi. Situasi sudah berangsur baik, silakan beraktivitas seperti biasa. Masalah keamanan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Hingga Sabtu petang, polisi menyatakan situasi di lokasi aksi sudah terkendali. Aparat tetap melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi keamanan di Jayapura tetap stabil setelah demonstrasi yang sempat berujung kericuhan tersebut.