Situasi mencekam terjadi di Yahukimo setelah OPM diduga membakar sekolah usai bentrokan yang menimbulkan ketegangan dan perhatian luas masyarakat.
Situasi di Yahukimo, Papua Pegunungan kembali memanas setelah kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan OPM diduga membakar gedung SMP Negeri Koasrama di Distrik Dekai. Aksi ini terjadi setelah penyerangan di wilayah Korowai yang menewaskan sejumlah pendulang emas, memicu ketegangan dan perhatian luas terkait keamanan di daerah tersebut.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
Kronologi Penyerangan Pendulang Emas
Peristiwa kekerasan bermula pada rentang waktu 17 hingga 20 Mei 2026, ketika kelompok bersenjata melakukan serangan terhadap para pendulang emas di wilayah Korowai, Yahukimo. Dalam insiden tersebut, sekitar 10 orang dilaporkan tewas akibat serangan brutal menggunakan senjata tajam.
Aksi tersebut diduga dilakukan secara terencana oleh kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut. Aparat keamanan menyebut serangan dilakukan secara tiba-tiba terhadap para korban yang sedang beraktivitas mencari emas di kawasan hutan.
Peristiwa ini kemudian menjadi pemicu meningkatnya ketegangan di wilayah Yahukimo, karena setelah serangan tersebut, situasi keamanan langsung memburuk dan aktivitas masyarakat terganggu.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Pembakaran SMP Negeri Koasrama
Pada Rabu malam, 20 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 WIT, gedung SMP Negeri Koasrama di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, dilaporkan dibakar oleh kelompok bersenjata. Aksi ini dilakukan setelah rangkaian serangan terhadap pendulang emas sebelumnya.
Pembakaran sekolah tersebut menimbulkan kerusakan pada fasilitas pendidikan yang selama ini digunakan oleh masyarakat setempat. Hingga kini, kondisi bangunan dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat kobaran api.
Aksi ini diduga dilakukan oleh kelompok yang sama dengan pelaku serangan sebelumnya. Aparat keamanan masih melakukan pendalaman terkait keterkaitan dua peristiwa tersebut dalam satu rangkaian operasi kekerasan.
Baca Juga: Kabar Baik! Pemkot Jayapura Siapkan 100 Hewan Kurban, Ini Rinciannya
Klaim dan Pernyataan Kelompok Bersenjata
Kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut menyatakan bahwa pembakaran dilakukan sebagai bagian dari operasi mereka di wilayah Yahukimo. Mereka juga menyebut menolak keberadaan pembangunan infrastruktur pemerintah di wilayah Papua, termasuk sekolah dan fasilitas umum lainnya.
Selain itu, mereka juga mengaitkan aksi tersebut dengan serangan terhadap para pendulang emas yang dianggap sebagai bagian dari operasi yang mereka lakukan di wilayah konflik. Pernyataan ini disampaikan melalui juru bicara kelompok tersebut.
Mereka bahkan menegaskan sikap penolakan terhadap berbagai bentuk pembangunan yang dilakukan pemerintah, termasuk jalan, jembatan, dan bangunan fasilitas publik lainnya di wilayah Papua. Situasi ini semakin memperumit upaya pemerintah dalam meningkatkan akses dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.
Respons Aparat dan Kondisi Keamanan
Aparat keamanan menyatakan masih melakukan pendalaman terkait rangkaian peristiwa kekerasan yang terjadi di Yahukimo. Dugaan keterkaitan antara pembunuhan pendulang emas dan pembakaran sekolah masih dalam proses penyelidikan.
Pihak keamanan juga terus melakukan pemantauan situasi di Distrik Dekai dan wilayah sekitar untuk mencegah potensi konflik lanjutan. Langkah pengamanan diperketat guna melindungi warga sipil serta fasilitas publik.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang merinci jumlah pelaku maupun penangkapan terkait insiden tersebut. Situasi di lapangan masih dinamis dan memerlukan penanganan lebih lanjut dari aparat gabungan.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Papua kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Papua.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari babelinsight.id