Pemerintah Provinsi Papua menutup sementara Stadion Lukas Enembe karena sejumlah pertimbangan teknis dan evaluasi fasilitas yang sedang dilakukan.
Pemerintah Provinsi Papua menutup sementara Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, usai kerusuhan laga Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC pada Jumat (8/5/2026). Gubernur Matius D Fakhiri menyebut langkah ini untuk perbaikan fasilitas yang rusak akibat vandalisme suporter serta mencegah insiden serupa terulang.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
Kronologi Kerusuhan Maut
Pertandingan play-off promosi berlangsung sengit di Stadion Lukas Enembe. Persipura kalah kontroversial dari Adhyaksa FC, picu kemarahan suporter Mutiara Hitam. Begitu peluit akhir, ribuan penonton rusuh hancurkan fasilitas stadion.
Kerusuhan meluas ke luar stadion dengan pembakaran kendaraan dan pemukulan. Polisi tembakkan gas air mata dan peluru karet untuk redam situasi. Puluhan suporter luka, tiga petugas polisi terluka serius.
Pagi Sabtu (9/5), warga dan ASN Papua kerja bakti bersihkan puing-puing. Disorda Papua hitung kerugian material Rabu (12/5) setelah polisi olah TKP. Stadion kebanggaan Papua jadi lautan sampah dan bangku patah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Keputusan Penutupan Sementara
Gubernur Matius D Fakhiri umumkan Selasa (12/5) di Sentani. “Untuk sementara waktu, saya menghentikan semua aktivitas di Stadion Lukas Enembe agar proses perbaikan dapat berjalan baik,” tegasnya. PSSI Papua dukung keputusan ini.
Penutupan efektif mulai Rabu (13/5) sampai pengumuman lanjutan. Laga kandang Persipura pindah ke Stadion 31 Agustus Jayapura Kota. Event lain seperti konser batal total.
Disorda bentuk tim khusus renovasi estimasi biaya. Anggaran APBD Papua 2026 dialokasikan Rp25 miliar. Kontraktor lokal Papua diprioritaskan pekerjaan cepat.
Evaluasi Pengamanan dan Manajemen
Gubernur rencana rapat dengan manajemen Persipura tingkatkan koordinasi pengamanan. “Kami bangun kerjasama agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Fakhiri. Polres Jayapura identifikasi 47 suporter pelaku.
Kapolda Papua Irjen Guntur Ariyanto Wibowo evaluasi strategi pengamanan 5.000 personil. Dalmas gabungan TNI-Polri dinilai kurang efektif. Rencana zona pengaman bertingkat 500 meter.
Komdis PSSI sanksi Persipura tanpa penonton 5 laga. Manajer Boaz Solossa minta maaf publik, janji disiplin suporter. Federasi Sepak Bola Papua umumkan kampanye anti-kekerasan.
Baca Juga: Geger! Markas OPM Kuasai TNI di Jayawijaya, Senjata dan Amunisi Ikut Diamankan
Kerusakan Fasilitas Stadium
Kursi penonton tribun utara hancur 70%, pagar pembatas bengkok parah. Lampu sorot 12 titik mati total, sistem drainase rusak banjiri lapangan. Kerugian sementara Rp15 miliar.
Ruang VIP dan press box kena vandalisme, komputer dan AC hancur. Mobil dinas Disorda terbakar di parkiran. CCTV rusak 80% sehingga identifikasi pelaku terbatas.
Lapangan rumput sintetis sobek panjang 50 meter akibat sepatu kaki polisi. Sistem suara stadion lumpuh total. Renovasi estimasi butuh 3 bulan tutup total.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Kerusuhan rugikan ekonomi lokal Rp8 miliar dari usaha makanan-minuman. Pedagang kaki lima trauma buka lapak stadion. Warung kopi Sentani tutup seminggu.
Reputasi Stadion Lukas Enembe tercoreng internasional. Event AFC batal masuk jadwal 2026. Pariwisata olahraga Papua turun 30% pasca-insiden.
Masyarakat adat Sentani duka kehilangan ikon olahraga. Forum Adat Tobati minta sanksi adat pelaku kerusuhan. Trauma kolektif butuh konseling massal.
Rencana Pemulihan Jangka Panjang
Pemprov Papua bangun Stadion Lukas Enembe 2.0 dengan teknologi modern. Sistem pengaman AI dan tribun tertutup rencana 2028. Anggaran Rp500 miliar diajukan pusat.
Program Suporter Care PSSI Papua latih 10.000 fans bertanggung jawab. Akademi sepak bola gratis anak Tobati-Ifar buka Agustus. Target FIFA U-20 2029.
Gubernur Fakhiri minta maaf publik atas insiden. “Stadion ini milik seluruh rakyat Papua, bukan klub tertentu,” tutupnya. Masyarakat harap kebangkitan Mutiara Hitam tanpa kekerasan.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Papua kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Papua.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari lampost.co