Polda Papua gerak cepat instruksikan seluruh SPBU melaporkan pelanggan nakal yang beli BBM bersubsidi melebihi kuota, cegah kerugian negara.
Polda Papua gencarkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi dengan menginstruksikan petugas SPBU melaporkan pelanggan nakal. Dirreskrimsus Kombes Pol Rama Samtama Putra menegaskan imbauan ini saat sidak SPBU APO Jayapura pada 7 April 2026, guna mencegah penyalahgunaan subsidi dan memastikan BBM tepat sasaran.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
Imbauan Tegas Dirreskrimsus Polda Papua
Kombes Rama Samtama Putra tekankan petugas SPBU jangan takut laporkan pelanggan nakal meski ancam-ancam. “Jangan ragu tolak layani pengemudi beli berulang disinyalir jual kembali,” tegasnya saat inspeksi mendadak SPBU APO. Barcode kendaraan wajib dicek sesuai nomor polisi.
Sidak temukan praktik isi BBM pakai barcode ganda untuk tangki modifikasi. Pelanggan nakal beli solar subsidi berulang tapi kendaraan tak sesuai kuota harian. Petugas SPBU diminta catat nomor polisi dan laporkan Polsek terdekat jika curiga.
Imbauan ini respons keluhan warga Papua soal BBM subsidi langka di SPBU. Penimbunan dan jual eceran picu harga melonjak Rp15.000/liter di pinggir jalan. Polda target razia 50 SPBU Jayapura-Merauke April 2026.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Modus Pelanggan Nakal di SPBU
Beberapa pelanggan nakal menggunakan 2–3 barcode berbeda untuk mengisi tangki pickup 200 liter, melebihi kuota 40 liter per kendaraan. Kendaraan dinas plat merah sering disalahkan karena membeli berulang kali. Petugas SPBU terintimidasi ancaman fisik sehingga enggan menolak demi menghindari keributan.
Praktik ini umum terjadi: Pertalite subsidi seharga Rp10.000 per liter dijual eceran Rp18.000, menghasilkan keuntungan Rp8.000 per liter. Tangki dimodifikasi dan disembunyikan di bagasi pickup, diisi penuh hingga dua kali sehari. Kerugian negara di Jayapura diperkirakan mencapai Rp500 juta per bulan.
Polda menemukan SPBU Nagoya memberi kelonggaran kepada pelanggan VIP, termasuk tukang ojek online. Mereka mengisi 20 liter menggunakan lima barcode berbeda. Petugas SPBU kini diminta memotret kendaraan pelanggar dan mengunggah ke grup WhatsApp Polres setempat untuk monitoring.
Baca Juga: Kebijakan Baru! Pemprov Papua Selatan Terapkan “WFH” Setiap Hari Jumat
Dukungan Petugas SPBU dan Razia Lanjutan
Petugas SPBU APO Jayapura menyambut positif perlindungan polisi dan berjanji tegas menerapkan aturan. “Kami tak takut lagi, polisi melindungi,” kata Kasie Operasional SPBU. Mulai 10 April, setiap pembeli lebih dari tiga kali sehari wajib dicatat manual dan dilaporkan ke Polsek.
Polda Papua melanjutkan razia BBM subsidi di Merauke, Nabire, dan Sorong. Tim Pokja Penindakan Perizinan Provinsi Papua Selatan memantau SPBU 24 jam. Pelanggaran pencurian BBM subsidi diatur Pasal 53 UU No.22/2001 dengan ancaman hukuman hingga enam tahun penjara.
Kampanye “BBM Tepat Sasaran” dipasang di 100 SPBU. Warga diajak melaporkan penimbun melalui hotline 110. Pertamina Papua juga memasukkan lima SPBU yang melanggar kuota subsidi bulan lalu ke daftar blacklist. Targetnya: nol penyalahgunaan BBM pada Juni 2026.
Dampak Ekonomi dan Sosial Papua
Penyalahgunaan BBM membuat nelayan kecil rugi karena tidak kebagian solar murah seharga Rp6.800 per liter. Harga ikan pun naik 30 persen akibat biaya transportasi yang harus memakai BBM eceran. Petani kelapa sawit di Sorong ikut protes karena kuota diesel terbatas.
Imbauan polisi berhasil menurunkan keluhan warga hingga 40 persen dalam seminggu. Di SPBU Jayapura, antrian normal dan harga Pertalite stabil di Rp10.500 per liter. Ekonomi mikro, termasuk ojek dan angkot, diuntungkan karena pasokan BBM kembali lancar.
Masyarakat berharap razia berkelanjutan bisa mencegah mafia BBM, terutama pasca konflik di Timur Tengah. Polda bekerja sama dengan Pertamina membangun 10 SPBU baru di Wamena dan Timika pada 2026. Program BBM satu harga di Papua Timur dijadwalkan mulai Juni.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Papua kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Papua.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari papua.antaranews.com
- Gambar Kedua dari koreri.com