Pelaku perampasan senjata api milik TNI di Mile 50, Mimika, Papua akhirnya berhasil dibekuk oleh Satgas Operasi Damai Cartenz.
Penangkapan ini menegaskan keseriusan aparat dalam menjaga keamanan wilayah dan menindak tegas pelaku kejahatan bersenjata. Dari pengembangan kasus sebelumnya, aparat berhasil menemukan lokasi persembunyian pelaku, mengamankan barang bukti, dan memastikan proses hukum berjalan transparan.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
Pelaku Perampasan Senjata TNI Dibeku
Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz berhasil menangkap satu pelaku perampasan senjata api milik anggota Koramil 1710-04/Tembagapura. Peristiwa perampasan ini terjadi pada 11 Februari 2026 di Mile 50, Tembagapura, Kabupaten Mimika, yang sempat menimbulkan kekhawatiran di masyarakat setempat.
Pelaku yang berhasil ditangkap diketahui bernama Kalimak Wanimbo, juga dikenal dengan alias Lalam Wanimbo dan Jengkol Lalam. Penangkapan dilakukan di Ilaga, Kabupaten Puncak, pada Kamis (5/3/2026). Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa handphone, dokumen, dan beberapa barang pribadi milik pelaku.
Kepala Satgas Humas Damai Cartenz, Kombes Polisi Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa keberhasilan penangkapan ini merupakan bagian dari upaya tegas aparat untuk menegakkan hukum dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. “Kami memastikan setiap pelaku kejahatan bersenjata ditindak sesuai hukum,” ujarnya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Jejak Penangkapan Pelaku
Penangkapan Kalimak Wanimbo merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya. Sebelumnya, anggota Satgas Damai Cartenz berhasil menangkap pelaku lain, Nis Kogoya, pada 17 Februari 2026 di SP-3, Timika, Kabupaten Mimika. Dari penangkapan Nis Kogoya, aparat memperoleh petunjuk yang mengarah pada keberadaan Kalimak.
Proses pengembangan ini dilakukan secara hati-hati dan profesional oleh Satgas Operasi Damai Cartenz. Aparat menyisir berbagai wilayah yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku hingga akhirnya berhasil menangkap Kalimak di Kabupaten Puncak. Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan berarti, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka di pihak aparat.
Menurut Yusuf Sutejo, strategi pengembangan dari penangkapan pelaku sebelumnya menjadi kunci keberhasilan operasi ini. “Penangkapan Kalimak adalah hasil kerja cermat dan koordinasi tim kami setelah menangkap Nis Kogoya,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Pemkot Jayapura Pastikan THR ASN Cair 10 Hari Sebelum Idul Fitri!
Barang Bukti dan Proses Hukum
Dari tangan Kalimak Wanimbo, aparat menyita sejumlah barang bukti penting yang akan menjadi bagian dari proses hukum. Barang bukti tersebut antara lain handphone, dokumen pribadi, serta beberapa barang lain yang diduga terkait dengan perampasan senjata api.
Penegak hukum menegaskan bahwa setiap barang bukti akan dianalisis secara mendetail untuk menguatkan penyidikan dan memastikan proses peradilan berjalan transparan. “Semua bukti yang kami amankan akan diperiksa dengan teliti agar kasus ini dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Yusuf.
Selain itu, aparat juga sedang menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa perampasan ini. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada pelaku lain yang luput dari penegakan hukum, sekaligus memberikan efek jera bagi jaringan kriminal bersenjata di wilayah Mimika dan sekitarnya.
Upaya Satgas Untuk Menjaga Keamanan Masyarakat
Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmen mereka dalam menjaga keamanan masyarakat di Kabupaten Mimika dan sekitarnya. Penangkapan Kalimak Wanimbo menjadi bukti nyata keseriusan aparat dalam menindak kejahatan bersenjata yang mengancam ketertiban dan keselamatan warga.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang menyesatkan terkait keamanan wilayah. Aparat memastikan stok senjata dan perlindungan di Koramil serta pos-pos keamanan lainnya tetap terjaga dengan baik, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari sudutberita.id