Pemerintah memastikan stok pangan Jayapura aman dan terkendali selama Ramadhan 2026, demi menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Pemkot Jayapura menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok selama Ramadhan 2026. Berbagai langkah strategis disiapkan agar warga dapat memenuhi kebutuhan pangan tanpa kendala serta mengantisipasi lonjakan harga jelang hari besar. Upaya ini diharapkan memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Simak beragam informasi menarik dan berkenaan berikut ini untuk memperluas wawasan Anda hanya di Info Kejadian Papua.
Komitmen Pemkot Jayapura Jaga Stabilitas Pangan
Pemerintah Kota Jayapura, Papua, secara tegas menyatakan komitmennya untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok dan stabilitas harga sepanjang bulan suci Ramadhan 2026. Prioritas ini diambil untuk mendukung kelancaran ibadah dan kesejahteraan masyarakat selama periode penting tersebut. Pemantauan ketat akan dilakukan di seluruh lini distribusi.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan bahwa pihaknya terus aktif memantau harga dan pasokan bahan pokok. Pemantauan ini dilakukan secara menyeluruh, mencakup pasar tradisional hingga pasar modern, untuk mendapatkan gambaran kondisi riil di lapangan. Tujuannya adalah mencegah adanya praktik penimbunan atau kenaikan harga secara sepihak.
Rustan Saru menjelaskan bahwa Pemkot Jayapura akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di pasar-pasar. Selain itu, kegiatan pasar murah juga akan dilaksanakan sebagai upaya menjaga stabilitas harga barang menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah-langkah ini diambil untuk mengendalikan inflasi dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Pasar Murah Sebagai Penyangga Harga
Pasar murah yang digelar Pemkot Jayapura bertujuan mengendalikan inflasi dan memastikan warga membeli barang dengan harga terjangkau. Program ini menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus membantu menstabilkan harga komoditas strategis.
Rustan Saru menambahkan bahwa Pemkot Jayapura berencana untuk melaksanakan pasar murah sebanyak 48 kali dalam periode Februari hingga Desember 2026. Kegiatan ini akan diadakan secara rutin, yaitu sekali dalam setiap pekan. Frekuensi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sepanjang tahun.
Melalui pasar murah, Pemkot Jayapura berharap dapat menjadikannya instrumen efektif dalam menekan gejolak harga, khususnya pada komoditas pangan strategis yang rentan mengalami fluktuasi. Sasaran utama dari pasar murah ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga mereka dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Gagal Selamatkan Pasien Anak, Dokter dan Perawat Diserang Ortu Pasien
Stabilitas Harga Dan Ketersediaan Terjamin
Saat ini, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru memastikan bahwa harga bahan pokok di Kota Jayapura dalam kondisi stabil. Selain itu, ketersediaan barang juga dinilai cukup memadai hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kondisi ini memberikan rasa optimisme bagi warga Jayapura dalam menyambut Ramadhan.
Meskipun demikian, Rustan Saru tetap mengimbau kepada para pedagang dan distributor untuk terus menjaga stabilitas harga dan tidak menaikkan harga secara sepihak. Kerjasama dari seluruh pihak dalam rantai distribusi sangat penting untuk mempertahankan kondisi pasar yang kondusif. Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kepatuhan.
Ketersediaan dan harga yang stabil ini merupakan hasil dari koordinasi dan upaya berkelanjutan dari Pemkot Jayapura. Dengan adanya pemantauan rutin dan intervensi melalui pasar murah, diharapkan masyarakat dapat menjalani bulan Ramadhan dengan tenang, tanpa kekhawatiran akan kelangkaan atau kenaikan harga bahan pokok yang signifikan.
Harapan Untuk Ramadhan Yang Kondusif
Pemkot Jayapura berharap bahwa melalui berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan, masyarakat dapat menyambut dan menjalani bulan suci Ramadhan 2026 dengan tenang. Ketersediaan bahan pokok yang cukup dan harga yang stabil diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat. Fokus utama adalah pada ibadah dan kebersamaan.
Kolaborasi antara pemerintah, pedagang, distributor, dan masyarakat sangat krusial untuk mencapai tujuan ini. Dengan menjaga komitmen bersama, potensi gejolak harga dan kelangkaan pasokan dapat diminimalisir secara efektif. Setiap pihak memiliki peran penting dalam menciptakan kondisi pasar yang sehat.
Pada akhirnya, tujuan utama dari seluruh kebijakan ini adalah untuk menciptakan Ramadhan yang kondusif di Jayapura. Masyarakat diharapkan dapat beribadah dengan khusyuk dan merayakan Idul Fitri dengan gembira, tanpa terbebani oleh permasalahan bahan pokok.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Papua kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Papua.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari papua.antaranews.com
- Gambar Kedua dari pasificpos.com